Tim SAR menggelar operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (15/7/2026). Dok. Basarnas Makassar
Pada hari kesembilan, Tim SAR gabungan membagi operasi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). KN SAR Pacitan 102 bersama RIB Pacitan melakukan penyisiran di perairan Pulau Sapuka, sementara KN SAR Kamajaya 104 bersama RIB Kamajaya menyisir perairan Pulau Aloang dan Pulau Sapinggan.
Sementara itu, KLM Mattoangin, kapal Pemerintah Desa Kepulauan Sabalana, serta kapal-kapal nelayan dikerahkan menyisir pulau-pulau tidak berpenghuni di kawasan Kepulauan Sabalana. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil evaluasi dan analisis pergerakan arus laut.
Andi Sultan mengatakan strategi pencarian akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk memperhitungkan potensi hanyutnya korban ke wilayah yang lebih luas.
"Seluruh unsur SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Kami juga terus berkoordinasi dengan masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian karena informasi dari mereka sangat membantu dalam menentukan arah operasi," katanya.
Operasi SAR KM Nurul Salsa masih akan dilanjutkan selama masa perpanjangan pencarian. Evaluasi dilakukan setiap hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, pergerakan arus laut, serta hasil operasi di lapangan guna memaksimalkan peluang menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang.