Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir di Makassar, Gubernur Sulsel Kerahkan Tagana dan Dinsos
Tim Tagana dan Dinas Sosial Sulsel untuk membantu penanganan banjir di Kota Makassar, Rabu (25/2/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengerahkan Tagana dan Dinas Sosial untuk membantu warga terdampak banjir di Makassar, terutama di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.
  • Tim Tagana mendirikan tenda pengungsian, menyalurkan logistik, serta melakukan evakuasi warga di beberapa titik yang terendam air sejak 24 Februari 2026.
  • BPBD Makassar mencatat 878 jiwa dari 239 KK mengungsi di 15 titik akibat banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Banjir merendam sejumlah kawasan di Kota Makassar, menyebabkan ratusan warga mengungsi dan memicu langkah penanganan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
  • Who?
    Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Kota Makassar, serta Tim Tagana Provinsi dan Kota Makassar.
  • Where?
    Banjir terjadi di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea, termasuk wilayah Blok 10 Antang yang dijadikan lokasi tenda pengungsian sementara.
  • When?
    Bencana dilaporkan sejak 24 Februari 2026 dengan data pengungsi tercatat hingga 25 Februari 2026 pukul 21.30 WITA.
  • Why?
    Banjir terjadi akibat genangan air yang merendam permukiman warga di beberapa titik kota, dengan ketinggian air rata-rata mencapai sekitar 80 sentimeter.
  • How?
    Pemerintah daerah mendirikan tenda pengungsian, menyalurkan logistik ke dapur umum dan posko, serta melakukan evakuasi melalui koordinasi antara Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kota Makassar membuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah penanganan. Dinas Sosial Sulsel berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar untuk mendata dan membantu warga terdampak di beberapa titik yang tergenang.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Sulsel diterjunkan untuk mendukung Tagana Kota Makassar. Tim difokuskan menjangkau warga terdampak di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.

"Dinas Sosial Provinsi melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar turun langsung membantu penanganan banjir. Tim Tagana Provinsi mensupport Tagana Kota Makassar untuk menjangkau para korban terdampak," kata Andi Sudirman, Rabu (25/2/2026).

1. Dirikan tenda dan distribusikan logistik

Tim Tagana dan Dinas Sosial Sulsel untuk membantu penanganan banjir di Kota Makassar, Rabu (25/2/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)

Di lapangan, personel Tagana membantu proses evakuasi dan pelayanan warga di lokasi terdampak. Tenda pengungsian juga didirikan untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat. Salah satu tenda serbaguna dipasang di wilayah Blok 10 Antang sebagai tempat penampungan sementara warga yang rumahnya terendam.

Berdasarkan laporan kegiatan Dinas Sosial dan Tagana Sulsel sejak 24 Februari 2026, sejumlah langkah dilaksanakan di lapangan. Upaya tersebut meliputi pemasangan tenda, distribusi logistik ke dapur umum dan posko pengungsian, serta koordinasi penanganan pengungsi bersama Dinas Sosial Kota Makassar.

2. Pemprov pastikan koordinasi terus berjalan

Tim Tagana dan Dinas Sosial Sulsel untuk membantu penanganan banjir di Kota Makassar, Rabu (25/2/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)

Pemprov Sulsel menyatakan koordinasi dengan Pemkot Makassar dan unsur terkait terus berlangsung. Upaya tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan korban banjir agar berjalan lebih efektif.

“Mohon doanya kami akan terus membantu masyarakat terdampak melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” kata Sudirman.

3. Sebanyak 878 jiwa mengungsi di 15 titik

Pengungsi banjir di Perumnas Antang Blok 10, Kota Makassar, Rabu (25/2/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar per 25 Februari 2026 pukul 21.30 WITA, jumlah pengungsi tercatat 239 kepala keluarga (KK) atau 878 jiwa. Mereka tersebar di 15 titik pengungsian yang berada di dua kecamatan dan empat kelurahan.

Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai rata-rata 80 sentimeter. Air merendam permukiman warga di kawasan terdampak sehingga mengakibatkan warga mengungsi.

Editorial Team