Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Maros, 13 Kecamatan Terdampak
ilustrasi banjir (pexels.com/@dibakar-roy)
  • Banjir bandang melanda 4 kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (21/12/2024), mengakibatkan kerusakan parah di pemukiman, fasilitas umum, dan kehilangan ternak sapi.
  • Banjir awalnya terjadi di 4 kecamatan tapi meluas ke 9 kecamatan lainnya karena wilayah pegunungan mengalir ke daerah rendah, merendam wilayah perkotaan.
  • Hampir seluruh wilayah Kecamatan Maros terendam dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, hanya satu kecamatan yang tidak terdampak. Banjir ini disebut sebagai yang terparah dalam 30 tahun terakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Banjir bandang melanda Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (21/12/2024). Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah di 4 kecamatan, yaitu Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Towadeng, mengungkapkan bahwa Kecamatan Camba menjadi wilayah paling parah terdampak, khususnya di Desa Cenrana. Di desa ini, banjir meluluhlantakkan pemukiman, fasilitas umum seperti masjid dan sekolah, serta rumah warga.

"Rumah warga sempat hanyut, gabah kering yang baru saja dipanen oleh warga semuanya hanyut dan tidak bisa lagi dimanfaatkan. Sekitar 50 ekor ternak sapi warga dilaporkan hilang terbawa arus," kata Towadeng saat diwawancarai IDN Times melalui telepon, Senin (23/12/2024).

1. Air meluas ke 9 kecamatan lainnya

Ilustrasi. Permukiman warga di Jalan Borong Indah, Kecamatan Manggala, Makassar, terendam banjir mencapai lutut oramg dewasa., Minggu (15/12/2024) . IDN Times/Darsil Yahya Mustari

Banjir yang dimulai sekitar pukul 07.30 pagi itu disertai gemuruh yang memaksa warga mengungsi ke tempat lebih tinggi. Banjir bandang ini awalnya hanya terjadi di 4 kecamatan yakni Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu namun dampaknya meluas ke kecamatan lainnya.

Air meluas ke 9 kecamatan lainnya karena 4 kecamatan tersebut berada di wilayah pegunungan mengalir sehingga ke daerah rendah. Akibatnya banjir juga merendam 9 kecamatan lainnya, termasuk wilayah perkotaan.

"Di sore hari air, tersebut sudah masuk sampai memasuki wilayah kecamatan lain. Karena daerah yang tadi saya sebutkan itu adalah daerah pegunungan, otomatis air itu mengarah ke daerah yang lebih rendah," kata Towadeng.

2. Hanya satu kecamatan yang tidak terdampak banjir

Ilustrasi. Lahan pertanian tergenang banjir akibat muara Sungai Opak buntu. (IDN Times/Daruwaskita)

Kecamatan Maros Baru dan Turikale menjadi daerah yang terendam hampir sepenuhnya dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Hingga kini, total 13 dari 14 kecamatan di Maros dilaporkan terdampak banjir.

"Hanya satu kecamatan yang tidak terdampak. Di kabupaten Maros ada 14 kecamatan," kata Towadeng.

3. Banjir terparah dalam 30 tahun

ilustrasi banjir (unsplash.com/@kellysikkema)

Towadeng menyebut banjir ini sebagai banjir bandang terparah dalam 30 tahun terakhir. Meski begitu, cakupan wilayah terdampak masih kalah dibanding banjir tahun 2019 yang merendam seluruh wilayah perkotaan dan perkantoran.

"Untuk tahun ini, daerah perkantoran kami alhamdulilah tidak terendam banjir. Namun, sesuai prediksi BMKG, musim hujan baru saja dimulai, dan dampaknya sudah sebesar ini. Warga diminta tetap waspada,” katanya.

Editorial Team