Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bangga! Siswi SMAN 2 Makassar Raih Beasiswa 5 Kampus Luar Negeri

Bangga! Siswi SMAN 2 Makassar Raih Beasiswa 5 Kampus Luar Negeri
Siswi SMAN 2 Makassar, Siti Khumaerah Sari, berhasil meraih beasiswa penuh di lima kampus luar negeri, termasuk University of Toronto. (Instagram/sman2makassar)
Intinya Sih
  • Siti Khumaerah Sari, siswi SMAN 2 Makassar, diterima di lima universitas luar negeri ternama dengan beasiswa penuh, termasuk University of Toronto dan University of Sydney untuk program kedokteran.
  • Keberhasilan Siti didukung kemampuan bahasa Inggris mumpuni dengan skor IELTS 8 serta ketekunan belajar yang konsisten sejak setahun sebelum pendaftaran ke kampus internasional.
  • SMA Negeri 2 Makassar memberikan dukungan lewat penguatan mata pelajaran dan informasi beasiswa, memastikan semua siswa mendapat kesempatan sama tanpa perlakuan khusus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Kabar membanggakan datang dari SMA Negeri 2 Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satu siswi kelas XII 7, Siti Khumaerah Sari, berhasil menembus lima perguruan tinggi luar negeri dengan raihan beasiswa penuh.

Siti diterima di sejumlah kampus ternama dunia, yakni University of Toronto dan University of Sydney untuk program Doctor & Medicine. Selain itu, juga lolos di University of Glasgow pada jurusan yang sama.

Tak hanya fokus di bidang kesehatan, Siti juga diterima di University of Melbourne untuk program matematika dan statistik, serta University of Edinburgh pada jurusan matematika.

Kepala SMA Negeri 2 Makassar, Syafruddin, menggambarkan Siti sebagai sosok siswa yang tekun dan konsisten dalam belajar. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan bahasa Inggris.

"Ini anak emang ulet, tekun belajar. Kalau ada lomba-lomba bahasa Inggris, dia rajin ikut," kata Syafruddin, kepada IDN Times, Minggu (5/4/2026).

1. Unggul di bahasa Inggris dengan nilai IELTS capai 8

Calgary IELTS School (Pinterest)
Calgary IELTS School (Pinterest)

Meski bukan peringkat satu di kelas, Siti menunjukkan capaian menonjol di bidang bahasa. Kemampuan tersebut diperkuat dengan hasil tes internasional yang tinggi serta pengalaman mengikuti berbagai kompetisi.

"Nilai IELTS-nya saja enggak kalah guru bahasa Inggrisnya. Nilainya dia 8," kata Syafruddin.

Selain aktif mengikuti lomba bahasa Inggris, Siti juga dikenal konsisten dalam menjaga ritme belajar serta fokus meningkatkan kemampuan bahasa sebagai bekal bersaing di tingkat global. Persiapan menuju studi luar negeri bahkan sudah dijalani sejak setahun sebelumnya.

"Dia menonjol di Bahasa Inggris. Tapi memang dia juga mau jadi dokter. Kemudian itu ketekunan, disiplin, kuncinya ini anak," lanjutnya.

2. Dominan pilih kedokteran dan jatuhkan pilihan ke Toronto

Universitas Toronto di Kanada (pexels.com/Ali Cuhadaroglu)
Universitas Toronto di Kanada (pexels.com/Ali Cuhadaroglu)

Mayoritas pilihan studi Siti berada di bidang kedokteran, sejalan dengan minatnya sejak awal. Namun, Siti juga membuka peluang di bidang lain seperti matematika sebagai alternatif jalur akademik.

Dari lima kampus yang menerima, Siti pun menjatuhkan  pilihannya ke University of Toronto. Kampus tersebut dipilih untuk melanjutkan studi pada program kedokteran sesuai dengan minatnya. 

"Tapi dia umumnya pilih kedokteran. Tapi dia sepertinya memilih di Universitas Toronto, Kanada," kata Syafruddin. 

3. Sekolah beri dukungan lewat program penguatan dan informasi beasiswa

ilustrasi beasiswa (pexels.com/Gül Işık)
ilustrasi beasiswa (pexels.com/Gül Işık)

Pihak sekolah turut memberikan dukungan melalui berbagai upaya, mulai dari penyediaan informasi peluang beasiswa luar negeri hingga penguatan mata pelajaran. Dukungan juga datang dari guru Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, serta wali kelas yang mendampingi proses belajar.

Sekolah juga menjalankan program penguatan mata pelajaran seperti Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Arab. Selain itu, sekolah menghadirkan narasumber dari alumni penerima beasiswa, termasuk dari program LPDP.

Syafruddin menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi siswa tertentu dalam proses tersebut. Seluruh siswa mendapat kesempatan yang sama untuk mengakses pembinaan dan informasi.

"Perlakuannya sama semua. Tidak ada dibedakan sebenarnya," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More