Jemaah haji kloter 1 Embarkasi Makassar asal Kabupaten Soppeng dilepas dari Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa (21/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, menegaskan kesiapan jemaah haji telah melalui proses ketat, terutama dari aspek kesehatan. Pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari syarat istitha’ah, yakni kemampuan fisik dan mental calon jemaah sebelum diberangkatkan.
“Prosesnya sangat ketat dalam pengawalan dan pemeriksaan kesehatan. Itulah yang dimaksud dengan istitha’ah, sehingga calon jemaah benar-benar siap,” ujarnya.
Ia menyebut total jemaah haji asal Kota Makassar tahun ini sekitar 331 orang. Sebagian telah diberangkatkan melalui kloter 1, 4, dan 10, sementara sisanya akan menyusul. Jumlah kuota untuk Makassar berkurang dari 1.165 pada tahun 2025, akibat penyesuaian sistem distribusi keberangkatan secara nasional.
Di sisi lain, daftar tunggu (waiting list) jemaah haji Makassar untuk tahun 2027 diperkirakan mencapai sekitar 2.080 orang di luar pendamping mahram dan lansia. Secara keseluruhan, jumlah jemaah pada tahun mendatang diperkirakan berada pada kisaran 2.400 hingga 2.700 orang.
“Ini menunjukkan animo masyarakat sangat tinggi, sehingga butuh persiapan lebih matang, terutama dari sisi kesehatan,” jelasnya.
Amrullah menambahkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit daerah untuk memastikan kesiapan seluruh jemaah.