Antisipasi COVID-19, Seluruh Puskesmas Makassar Mulai Skrining Pasien

Makassar, IDN Times - Penyebaran COVID-19 di Indonesia mengalami kenaikan di akhir tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI mencatat 1.499 kasus pada 14 Desember dan diperkirakan terus bertambah di angka positivy rate sekitar 10,57 persen.
Bahkan, menurut kalkulasi dari Kemenkes bahwa puncak COVID-19 diperkirakan akan terjadi Januari 2024 mendatang. Untuk itu pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah antisipasi.
"Sudah ada dari Kementerian untuk semua waspada terkait lonjakan kasus covid yang terjadi di beberapa negara, dan kita mulai antisipasi," terang Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin kepada IDN Times, Jumat (22/12/2023).
1. Persiapkan skrining di Puskesmas seluruh wilayah Makassar

Nursaidah mengalu, lonjakan kasus COVID memang sudah terjadi di beberapa negara bahkan sejumlah kasus ditemukan di Jakarta. Namun begitu, dia mengklaim belum ada kasus baru yang ditemukan di Makassar.
"Alhamdulillah kasus (Covid) belum ada di Makassar. Tapi gejala-gejala terkait flu itu kita lakukan screening di tiap Puskesmas di seluruh wilayah Makassar, screening kita lakukan ke masyarakat yang mengalami sakit dan gejala flu," ungkap Nursaidah.
"Kami juga telah kumpulkan semua kepala Puskesmas untuk respon dini terkait pada lonjakan kasus covid di beberapa negara. Jadi kita antisipasi terus," sambungnya.
2. Kamar untuk pasien Covid-19 sudah ada di rumah sakit

Selain itu, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebutkan, terkait ketersediaan kamar bagi pasien Covid sudah ada di beberapa Rumah Sakit (RS), seperti RS Umum Daya.
"Kalau kamar untuk pasien Covid itu ada disetiap rumah sakit, sudah siap. Karena tahun kemarin (saat Covid) mereka pakai kamar invection centre itu ada, kebetulan kalau memang ada (pasien). RS Daya itu kan siap, kita tidak membongkar, karena kamar invection centre itu kan bukan saja untuk pasien Covid kan," jelas Nursaidah.
3. Dinkes Makassar masih siapkan vaksin booster

Ditanya soal vaksinasi Covid, Nursaidah memastikan masih ada dan masih jalan. Tapi belum ada edaran dari Kementerian Kesehatan untuk vaksin boster tambahan.
"Masih ada vaksin boster bagi masyarakat yang belum lengkap vaksinnya, dan belum ada edaran untuk boster tambahan. Jadi yang sudah boster satu kali kita himbau untuk yang kedua, dan bostret ke tiga ini yang belum ada edaran," ujar Nursaidah.
4. Dinkes Makassar minta orang sakit pakai masker

Nursaidah mengimbau kepada masyarakat agar mendukung gerakan pencegahan penyebaran COVID-19 di Makassar. Menurutnya, penyebaran virus tersebut bisa diantisipasi dengan kerja masa yang baik dari seluruh pihak.
"Jadi tetap kami menghimbau ke semua masyarakat, bila sakit untuk menggunakan masker dan yang tidak sakit ya tidak usah. Karena kita kan posisi endemi tapi tetap kita berlakukan itu," tambah Nursaidah.


















