Anggota Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mamasa, berupaya memadamkan api, Senin (31/8). Dok. Istimewa
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Inspektur Jenderal Adi Deriyan Jayamarta mengatakan kebakaran lahan masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 30 hingga 32 titik api atau hotspot dengan total luas lahan terdampak mencapai 52 hektare.
"Data terkini yaitu teridentifikasi 30 hingga 32 titik api (hotspot) dengan total luas lahan terdampak mencapai 52 hektare," ujar Adi.
Untuk mempercepat penanganan, Polda Sulbar membentuk Posko Bencana Terpadu Provinsi yang beroperasi selama 24 jam. Posko tersebut nantinya membawahi posko di tingkat kabupaten.
Sebanyak 1.464 personel kepolisian disiagakan untuk membantu penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Sulbar. Rinciannya, Polda Sulbar 459 personel, Polresta Mamuju 230 personel, Polres Majene 185 personel, Polres Polman 250 personel, Polres Mamasa 110 personel, Polres Pasangkayu 150 personel, dan Polres Mamuju Tengah 80 personel.
Selain personel, sejumlah sarana dan prasarana juga disiapkan, mulai dari satu unit water cannon, satu mobil Karhutla SAR, satu tim patroli motor, satu unit device starlight untuk pengawasan malam, satu unit water treatment, satu unit dapur lapangan, hingga satu unit mobil DVI.
Adi mengatakan kondisi medan yang berbukit menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Karena itu, sebagian penanganan masih dilakukan secara manual.
Menurutnya, diperlukan alat pemadam portabel agar petugas dapat bekerja lebih efektif sekaligus aman ketika menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses.