Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Agar Pariwisata di Sulsel Bisa Cepat Bangkit, Begini Pandangan Ekonom

Agar Pariwisata di Sulsel Bisa Cepat Bangkit, Begini Pandangan Ekonom
Kampung Lolai, Toraja Utara. ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Share Article

Makassar, IDN Times - Pandemik COVID-19 sempat melumpuhkan sektor pariwisata di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan. Kekhawatiran akan penularan virus menjadi momok sehingga banyak tempat penyedia layanan jasa hingga tempat wisata memilih tutup.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah mengeluarkan aturan dengan perlahan melonggarkan aktivitas masyarakat agar sektor ekonomi, termasuk pariwisata kembali bangkit.

Abdul Muthalib, ekonom Universitas Muhammadiyah Makassar berpendapat, bahwa langkah yang diambil pemerintah sudah cukup tepat.

"Ekonomi kan sudah mulai berjalan meskipun misalnya dalam sektor pariwisata, di kita ini belum begitu kompetitif dibandingkan dengan daerah di luar Sulsel. Tapi itu pemantik supaya pariwisata menggeliat," kata Abdul saat berbincang dengan IDN Times lewat sambungan telepon, Jumat (18/3/2022).

1. Pemprov dan daerah mesti bekerja sama

Ilustrasi Pariwisata (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Pariwisata (IDN Times/Arief Rahmat)

Abdul menilai, sektor pariwisata di Sulsel bisa kembali bangkit dengan cepat apabila pemerintah provinsi dengan pemerintah daerah bekerja sama. "Jangan biarkan yang di daerah-daerah ini bekerja secara parsial, sendiri-sendiri. Harus ada dukungan dari pemerintah provinsi," ucap Abdul.

Menurutnya, pemprov mesti berperan sebagai fasilitator sekaligus mediator untuk membantu daerah yang selama ini menjadi ikon pariwisata. "Misalnya di Toraja kan. Ada Negeri di Atas Awan. Kemudian wisata budaya, alam dan sebagainya," tutur Abdul.

Belum lagi menurut Abdul, sejumlah daerah lain yang baru ingin mengembangkan sektor pariwisatanya. "Harusnya pemerintah segera melakukan mapping, pemetaan instrumen yang bisa dengan cepat daerah yang potensi pariwisatanya berkembang," ujar Abdul.

2. Sektor pariwisata untuk menopang perputaran roda ekonomi masyarakat

Ilustrasi pantai (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi pantai (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Menurut Abdul, bangkitnya sektor pariwisata di Sulsel akan berdampak positif terhadap seluruh aspek ekonomi lainnya. Misalnya, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di sekitar ojek wisata, penyedia layanan jasa transportasi ke objek wisata, hingga tingkat hunian penginapan berbagai level.

Namun semua itu katanya, tetap bergantung dengan seberapa cepat respons pemprov membantu daerah yang punya potensi pariwisata ikonik. "Wilayah utara itu kan sudah jelas seperti Toraja. Kemudian wilayah selatan, sebagian besar sarana pariwisatanya kan ada pantai," terangnya.

Abdul menyatakan, tahun ini adalah momen yang sangat baik untuk dimanfaatkan. Sebab keinginan pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi akan membantu membangkitkan kembali gairah para wisatawan. "Baik lokal maupun wisman (wisatawan mancanegara)," ucap Abdul.

Dia mencontohkan, dalam kondisi seperti ini, banyak masyarakat yang kondisi psikologinya terguncang. Selama ini masyarakat dibatasi ruang geraknya karena pemerintah khawatir dengan penyebaran COVID-19. 

"Nah ini bisa menjadi peluang bagi pariwisata membuka lebar kesempatannya. Masyarakat stres karena COVID-19 ini jadi butuh hiburan pasti ke tempat wisata. Mereka akan mencari daerah yang punya objek pariwisata," tuturnya.

3. Ekonom sarankan APBD bisa digunakan bangkitkan geliat industri pariwisata di Sulsel

Ilustrasi tempat wisata (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Ilustrasi tempat wisata (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Abdul menyarankan agar pemerintah daerah dan provinsi bisa menggunakan APBD untuk membantu membangkitkan pariwisata di Sulsel. "Kalau pemerintah kabupaten yang tidak terikat dengan utang luar negeri mestinya APBD-nya dialokasikan lebih besar untuk pemulihan wisata," ucap Abdul.

Menurutnya, pariwisata adalah sektor yang sangat menjanjikan bagi setiap daerah untuk memulihkan dan meningkatkan roda perekonomiannya. "Karena di situ semua potensi ada. Sederhananya, wisman berwisata pasti bawa banyak uang karena mereka akan banyak kebutuhan selama di daerah itu," imbuhnya.

Dia meminta agar pemerintah tidak terlalu khawatir memikirkan sektor lainnya. Bangkitnya sektor pariwisata akan menunjang dan menutupi semua pemenuhan kebutuhan ekonomi lainnya. "Harusnya pemerintah bisa berpikir ke situ," imbuh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar ini.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Sahrul Ramadan
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

3 Hal yang Harus Dipatuhi saat Bekerja dari Working Space di Kafe

14 Jun 2026, 22:20 WIBNews