Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Achmad Yurianto: Saatnya Makassar Memiliki RS Darurat COVID-19

Achmad Yurianto: Saatnya Makassar Memiliki RS Darurat COVID-19
Achmad Yurianto dalam acara live streaming IDN Times dengan tema Jubir Jawab Pertanyaan Publik Soal Virus Corona pada 1 April 2020. IDN Times/Panji Galih
Share Article

Makassar,IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyampaikan bahwa Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah saatnya untuk membentuk rumah sakit darurat COVID-19.

Hal ini dikemukakan Yuri, sapaannya, melalui grup percakapan Whatsapp bersama awak media, Minggu (7/6).

"Saatnya Makasar membentuk RS Darurat COVID-19. Tujuannya menjadikan komplek RS tersebut menjadi wilayah karantina. Jadi tidak dibutuhkan ruang isolasi tetapi seluruh kompleks diisolasi. Bisa menggunakan asrama haji," kata Yuri.

1. Pasien yang dirawat dibagi menjadi dua bagian terpisah

Ilustrasi pasien sembuh dari COVID-19. ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.
Ilustrasi pasien sembuh dari COVID-19. ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.

Yuri menjelaskan, pasien yang dirawat bisa dibagi menjadi dua bagian terpisah. Kasus positif melalui hasil tes PCR swab, jelas Yuri, ditempatkan dalam satu bangunan dan pasien PDP yang belum melakukan tes PCR swab ditempatkan terpisah dari pasien lainnya.

"Jika PDP hasil PCR negatif, segera pindahkan ke RS lain. Jika positif dipindahkan ke bagian positif. Kasus PCR positif di RS lain yang gejalanya sedang ringan pindahkan semua ke RS Darurat," kata Yuri lagi.

2. Makassar bisa meniru RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Jakarta

RS Darurat Wisma Atlet (Dok. Gugus Tugas COVID-19)
RS Darurat Wisma Atlet (Dok. Gugus Tugas COVID-19)

RS Darurat, kata Yuri, bisa diawaki oleh sumber daya manusia (SDM) gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan relawan. Sedangkan urusan manajemen, Yuri menyebutkan Makassar bisa meniru RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Jakarta. 

"Manajemen bisa meniru RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Jakarta. Operasional dari dana DSP Gugus Tugas Pusat," katanya.

3. Pembelajaran dari Jakarta dan Surabaya

RS Darurat Wisma Atlet (Dok. Gugus Tugas COVID-19)
RS Darurat Wisma Atlet (Dok. Gugus Tugas COVID-19)

Yuri juga mengatakan bahwa rumah sakit darurat COVID-19 sangat penting untuk melakukan pelayanan maksimal kepada pasien. Sebab, apabila tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) khusus pasien positif melebihi kapasitas, maka dikhawatirkan akan ada pasien yang dirawat di ruangan non-isolasi.

Yuri pun menyontohkan pembangunan rumah sakit darurat di Jakarta pada awal Mei dan Surabaya sekal sepekan lalu. 

"BOR > 100 persen terhadap ruang isolasi di RS Rujukan akan menyebabkan pasien covid (+ atau PDP) terpaksa dirawat di luar ruang isolasi, atau tidak dirawat karena penuh. Ini menjadi sumber penularan yg tidak bisa dikendalikan. Di samping beban rawatan yg sangat tinggi akan meningkatkan risiko penularan ke petugas kesehatan karena kelelahan dan rawan mematuhi SOP," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Mengenal Didek, Seni Bertutur Unik Milik Masyarakat Kabupaten Selayar

03 Jun 2026, 19:19 WIBNews