8.854 Tenaga Honorer Makassar Diangkat Jadi PPPK selama 2025

- Pemkot Makassar mengangkat 8.854 tenaga honorer menjadi PPPK sepanjang 2025 sebagai langkah strategis memberi kepastian kerja dan menekan angka pengangguran di kota tersebut.
- Proses pengangkatan dilakukan bertahap dalam tiga fase, melibatkan ribuan tenaga farmasi yang memperkuat sistem pelayanan kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan kefarmasian masyarakat.
- Kebijakan ini berdampak positif pada penurunan tingkat pengangguran terbuka di Makassar dari 9,71 persen pada 2024 menjadi 9,60 persen pada 2025 menurut data BPS.
Makassar, IDN Times - Sebanyak 8.854 tenaga honorer di lingkup Pemerintah Kota Makassar resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sepanjang 2025. Pengangkatan ini dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari penataan tenaga non-aparatur sipil negara (ASN).
Langkah tersebut dilakukan pada tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham. Kebijakan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengatur penyelesaian tenaga honorer melalui skema PPPK.
1. Sebanyak 8.854 honorer resmi diangkat jadi PPPK

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengatakan jumlah honorer yang telah diangkat hampir memenuhi kebutuhan ASN di lingkup pemerintah kota.
“Sebanyak 8.854 tenaga honorer telah diangkat menjadi PPPK. Ini hampir memenuhi total kebutuhan ASN di Kota Makassar yang mencapai 8.963 orang,” kata Kamelia.
Ia menjelaskan pengangkatan tersebut merupakan bagian dari proses penataan tenaga non-ASN yang selama ini bekerja di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang mengamanatkan penyelesaian tenaga honorer melalui skema PPPK,” ujarnya.
2. Pengangkatan dilakukan dalam tiga tahap

Pengangkatan PPPK di Makassar dilakukan secara bertahap sepanjang 2025. Pada tahap pertama, pemerintah kota melantik 1.746 tenaga farmasi PPPK pada 23 Juni 2025.
Tahap kedua dilakukan pada 14 November 2025 dengan pelantikan 329 tenaga farmasi PPPK. Sementara tahap ketiga mencakup pengangkatan tenaga farmasi paruh waktu sebanyak 6.607 orang.
Kehadiran ribuan tenaga farmasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan serta meningkatkan kualitas layanan kefarmasian bagi masyarakat.
3. Pengangguran Makassar ikut menurun

Pemerintah Kota Makassar juga mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka dalam periode yang sama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kota Makassar turun dari 9,71 persen pada 2024 menjadi 9,60 persen pada 2025.
Selain pengangkatan PPPK, pemerintah kota juga disebut membuka peluang kerja melalui berbagai skema penataan tenaga kerja di lingkungan pemerintahan.


















