5 Anak di Makassar Bawa Panah dan Badik Tantang Polisi, Ditangkap!

Makassar, IDN Times - Lima orang anak di bawah umur ditangkap personel Polsek Tamalate di Jl Permandian Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu, 24 Juli 2022 malam.
Pihak kepolisian menyebutkan, lima anak di bawah umur itu dibekuk karena diduga terlibat dalam komplotan geng motor dan aksi-aksi kejahatan jalanan di Makassar.
"Mereka (lima anak) ini diduga geng motor makanya diamankan," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando Karua Sambolangi saat dikonfirmasi IDN Times Sulsel, Senin siang (25/7/2022).
1. Empat anak berstatus pelajar

Kelima anak yang disebut terlibat dalam komplotan pelaku begal di kota Makassar, berinisial RA (15), MR (16), AF (16), SU (16) dan FI (16). Lima anak ini ada yang tinggal di wilayah Tamalate Makassar dan Gowa.
Lando pun mengungkapkan, dari kelima anak yang ditangkap, empat di antaranya masih berstatus pelajar, sementara satu orang lain tidak bersekolah atau putus sekolah.
"Iya, empat orang masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP). Mereka ini ada tinggal di Makassar dan ada di Gowa. Soal alamat ini kan masih anak," ungkap Lando.
2. Provokasi polisi yang patroli

Berdasarkan kronologi, patroli gabungan Polsek Tamalate dipimpin oleh Kapolsek Kompol Irwan Tahir, bersama para Kepala Unit (Kanit) melaksanakan patroli di Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar.
Tepatnya di area Kini Kuliner, lanjut Lando, tiba-tiba melintas puluhan sepeda motor yang diduga geng motor sambil melakukan provokasi kepada tim patroli kepolisian.
"Provokasi yang dimaksud seperti gas-gas motor dan memancing anggota sementara patroli, jadi anggota melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kelima anak tersebut," jelas AKP Lando Sambolangi.
3. Amankan anak panah dan badik

Setelah dilakukan pengejaran dan kelima orang ditangkap, tim Polsek Tamalate Makassar pun mengamankan barang bukti berupa tujuh anak panah dan satu ketapel atau pelontar.
"Ada juga sebilah badik dari tangan FI, dua motor itu dari para pelaku yang boncengan. Kalau anak panah dan pelontar ketapelnya itu dari si SU, ada juga satu ponsel. Tentu mereka masih diamankan," jelas Lando.


















