Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IKAJO Sulsel Perkuat Soliditas, Alumni Didorong Beri Dampak Nyata

IKAJO Sulsel Perkuat Soliditas, Alumni Didorong Beri Dampak Nyata
Dialog Kealumnian Lintas Generasi yang digelar Dewan Presidium Nasional Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
Gini Kak
  • IKAJO Sulsel menggelar Halal Bihalal dan dialog lintas generasi di Makassar sebagai ajang refleksi peran strategis alumni dalam pembangunan daerah.
  • Para tokoh menekankan pentingnya kebersamaan dan solidaritas antaralumni sebagai kekuatan utama organisasi untuk terus berkembang dan berkontribusi positif.
  • Melalui kegiatan ini, IKAJO menegaskan komitmen menjadi wadah yang tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga mendorong aksi nyata bagi masyarakat dan kemajuan daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan menggelar Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan dialog lintas generasi di Makassar, pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang refleksi untuk merumuskan peran strategis alumni ke depan.

Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, para alumni dari berbagai generasi berdiskusi tentang bagaimana organisasi alumni dapat berkembang menjadi kekuatan nyata yang berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

1. Dialog lintas generasi jadi ruang refleksi alumni

Mustakim, Ketua Presidium IKAJO Sulsel. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Mustakim, Ketua Presidium IKAJO Sulsel. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Dialog menghadirkan sejumlah tokoh penting seperti penggagas IKAJO Am Iqbal Parewangi, pengacara Tadjuddin Rachman, dan Ketua Presidium IKAJO Sulsel, Mustakim. Ketiganya membahas peran alumni tidak hanya sebagai pengingat masa lalu, tetapi juga sebagai motor penggerak masa depan.

Hadir pula sejumlah tokoh seperti politisi Andi Rio Pajalangi, Kajari Sidrap Adhy Kusumo Wibowo, S.H., M.H, Andi Cicang, serta Asniar Khumas, Ketua Kagama Sulsel. Dan masih banyak lagi alumni dengan profesi beraneka ragam.

Mustakim menjelaskan bahwa IKAJO lahir dari semangat kebersamaan mahasiswa asal Sulawesi Selatan yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Mereka merasa perlu memiliki wadah yang mampu menjaga koneksi dan memperkuat kontribusi alumni.

"IKAJO hadir sebagai wadah bagi alumni Sulawesi Selatan di Yogyakarta untuk saling terhubung, berkembang, dan berkontribusi bagi bangsa," ujar Mustakim.

2. Spirit kebersamaan jadi kekuatan utama organisasi

Dialog Kealumnian Lintas Generasi yang digelar Dewan Presidium Nasional Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Dialog Kealumnian Lintas Generasi yang digelar Dewan Presidium Nasional Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan. (Dok. IDN Times/Istimewa)

IKAJO resmi berdiri pada 29 September 2001 di Makassar dan kini telah memasuki usia lebih dari dua dekade. Organisasi ini bertujuan memberdayakan potensi anggota serta memperkuat silaturahmi dan solidaritas antaralumni.

Am Iqbal Parewangi menekankan bahwa alumni pada dasarnya adalah sebuah paguyuban yang harus terus menjaga kebersamaan. Ia menyebut bahwa kekuatan alumni terletak pada hubungan yang erat dan pengalaman yang dibangun bersama.

"Alumni adalah cerita. Tidak ada alumni kalau tidak ada cerita, termasuk cerita cinta," ujarnya disambut tawa hadirin.

Ia menambahkan bahwa organisasi alumni harus menghadirkan suasana tanpa permusuhan, melainkan persaingan sehat yang mendorong kemajuan bersama. "Spirit Jogja harus lahir kembali," tegasnya.

3. Alumni didorong memberi nilai tambah bagi masyarakat

Dialog Kealumnian Lintas Generasi yang digelar Dewan Presidium Nasional Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Dialog Kealumnian Lintas Generasi yang digelar Dewan Presidium Nasional Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Tadjuddin Rahman, pengacara yang merupakan alumni Hukum UII angkatan 1975, memberikan perspektif berbeda namun seirama. Baginya, alumni adalah sebuah ingatan untuk mereferensi masa lalu.

"Ada bahagia, cinta dan derita jadi satu. Organisasi alumni menjadi tempat bercerita itu semua, terutama Jogja. Karena Jogja jauh lebih memikat, dan selalu melahirkan kenangan," tuturnya.

Dia menilai organisasi alumni harus memberikan dampak nyata. Menurutnya, alumni bukan hanya ruang nostalgia, tetapi juga sumber energi positif untuk lingkungan sekitar.

"Jika alumni bersatu, maka kita kuat. Dan yang pasti, organisasi itu harus memberi nilai tambah. Ada energi positif yang harus diberikan," kata Tadjuddin.

Sementara itu, Malik Hambali mengenang masa kuliahnya di Yogyakarta pada 1959-1965 sebagai pengalaman berharga. Ia menyebut menjadi sarjana saat itu merupakan kebanggaan besar yang selalu dikenang.

Melalui momentum Halal Bihalal ini, IKAJO menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi wadah silaturahmi. Organisasi ini diarahkan untuk berkembang menjadi kekuatan struktural yang mampu berkontribusi dalam berbagai sektor. Acara yang berlangsung hingga malam hari itu ditutup dengan semangat kolektif untuk membawa IKAJO ke arah yang lebih progresif, melampaui sekadar nostalgia menuju aksi nyata.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More