3 Orang Dilaporkan Tertimbun Longsor di Tinggimoncong Gowa

Makassar, IDN Times - Tiga orang dilaporkan terjebak di dalam rumah yang tertimbun longsor di lingkungan Bontotene, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12/2022).
Menurut pesan berantai yang mengatasnamakan Kelurahan Bontolerung, peristiwa tanah longsor terjadi sekitar pukul tiga dini hari. Informasi itu mengabarkan bahwa satu rumah kantor tertimbun longsor. Ada tujuh orang sudah dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan tiga orang masih terjebak di dalam rumah.
Kepala Seksi Operasional Basarnas Sulsel Rizal membenarkan soal laporan tanah longsor di Tinggimoncong. Petugas SAR tengah bergerak ke lokasi, namun belum ada keterangan lebih lanjut soal tiga orang yang dilaporkan terjebak.
"Tim dari Basarnas sudah 'OTW'," kata Rizal melalui pesan WhatsApp, Sabtu pagi.
1. BPBD masih mengumpulkan informasi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa Ikhsan Parawansa mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi soal adanya warga terjebak. Namun dia membenarkan adanya peristiwa tanah longsor di kawasan Tinggimoncong.
"Sifatnya spot-spot di jalan kabupaten. Sementara warga dengan anggota sudah turun untuk pembersihan badan jalan," kata Ikhsan saat dihubungi via telepon.
Ikhsan mengatakan BPBD masih mencari tahu kebenaran informasi soal warga terjebak tanah longsor. Pihaknya juga mengecek dari mana sumber pesan yang beredar.
"Belum jelas infonya. Tapi kita standby, anggota di lapangan di Tinggimoncong juga sudah bergerak ke lokasi. Kita menunggu perkembangan," Ikhsan melanjutkan.
2. BMKG keluarkan peringatan dini cuaca buruk

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Selatan. Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah tiga hari ke depan, antara 23 hingga 25 Desember 2022.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Kamal mengatakan, indikasi potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulsel ditunjukkan oleh pemantauan dinamika atmosfer terkini.
Peringatan dini untuk kota atau kabupaten Pinrang, Parepare, Soppeng, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Kepulauan Selayar," kata Kamal lewat siaran persnya yang dikutip, Kamis (22/12/2022).
Analisis model cuaca, demikian kata Kamal, menunjukkan kelembapan udara lapisan atas hingga ketinggian 500 mb dalam kondisi basah (70-100 persen). Selanjutnya diperkirakan terjadi perlambatan arus angin (konfluensi) di Selat Makassar bagian selatan menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan dan bergerak ke wilayah Sulsel.
Menyikapi kondisi potensi cuaca ekstrem, BMKG berharap pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Dampak tersebut antara lain genangan, banjir bandang, rob, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang. Cuaca ekstrem juga bisa menyebabkan keterlambatan jadwal penerbangan dan pelayaran.
"Masyarakat diharapkan selalu mengiktui informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigas bincana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik," kata Kamal.
3. Lima orang tertimpa pohon tumbang di Makassar

Sebelumnya, sebuah pohon di Jalan Sungai Lariang, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, tumbang di tengah hujan lebat dan angin kencang, Jumat (23/12/2022).
Kejadiannya tepat di samping Nurul Muttahidah IMMIM. Pohon tumbang ke arah warung bakso. Lima orang dilaporkan tertimpa pohon, sebagian sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Pelamonia untuk dirawat.
Wakil Kepala Rumah Sakit Pelamonia, Wildan Sani, mengatakan dua korban sedang diobservasi secara ketat, sedangkan tiga korban lainnya boleh rawat jalan karena mengalami luka ringan. Kendati demikian, kondisi korban secara keseluruhan cenderung stabil.
"Tapi kita observasi ketat dulu, mungkin perlu perawatan inap untuk dilakukan tindakan," kata Wildan.



















