Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Korban Tertimbun Tanah Longsor di Gowa Ditemukan Meninggal

3 Korban Tertimbun Tanah Longsor di Gowa Ditemukan Meninggal
Ilustrasi korban di rawat petugas medis (IDN Times/Sukma Shakti)
Share Article

Makassar, IDN Times - Tiga orang tertimbun tanah longsor di wilayah Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ditemukan meninggal, Sabtu (24/12/2022).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa Ikhsan Parawansa mengatakan, peristiwa tanah longsor dilaporkan terjadi di wilayah Bangkeng Tabbing pada Sabtu pukul tiga dini hari. Tiga korban sama-sama terjebak dalam rumah yang tertimbun longsor.

"Satu rumah yang terkena longsor, tiga orang terjebak dan meninggal dunia," kata Ikhsan dalam keterangan tertulisnya saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu.

1. Sepuluh orang dalam satu rumah, tujuh selamat

Kolase tangkapan gambar rumah tertimbun tanah longsor di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sabtu (24/12/2022). Dok. IDN Times/Istimewa)
Kolase tangkapan gambar rumah tertimbun tanah longsor di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sabtu (24/12/2022). Dok. IDN Times/Istimewa)

Ikhsan mengungkapkan, rumah yang tertimbun tanah longsor ditempati sepuluh orang. Usai kejadian, tujuh orang dievakuasi selamat. Tiga lainnya belakangan ditemukan sudah meninggal.

Tiga korban meninggal, yakni, M Arsyad (39), Anwar (36), dan Multazam Syarif alias Hasan (24). Adapun tujuh korban selamat, masing-masing, Hendra, Rusli, Tio Hilal, Anjas, Alex, Ulli dan Umar. 

Peristiwa tanah longsor terjadi di tengah cuaca buruk yang melanda wilayah Sulawesi Selatan sejak Jumat malam (23/12/2022). Hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.

"Saat kejadian intensitas curah hujan memang sangat tinggi mengakibatkan longsor, dan debit air sungai anak jeneberang juga terus naik," kata Ikhsan.

2. Sebanyak 35 keluarg terdampak longsor

Peristiwa tanah longsor di Kecamatan Tinggimoncong mengakibatkan satu rumah tertimbun. Dua rumah lainnya yang berada di bantaran anak Sungai Jeneberang hanyut terbawa arus.

"Jadi sampai siang ini rekapan dari wilayah tersebut, tiga korban meninggal, dua rumah terbawa arus, jumlah kepala keluarga yang terdampak itu 35 dan taksiran kerugian Rp 500 juta," kata Ikhsan.

3. Pemkab Gowa sediakan tempat pengungsian

Ilustrasi tanah longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi tanah longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Pemerintah Kabupaten Gowa kini berfokus memberikan bantuan kepada warga terdampak longsor. Bersama unsur terkait, pemerintah mendirikan tenda dan menyediakan tempat pengungsian.

"Jadi saat ini kebutuhan mendesak seperti penerangan, makanan siap saji dan tenda sementara didistribusikan. Hal-hal dan antisipasi pada titik rawan longsor sementara juga diidentifikasi," Ikhsan menerangkan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More

WALHI: 21 Daerah Sulsel Masuk Zona Risiko Ekologis dan Ruang Sipil

06 Jun 2026, 20:33 WIBNews