Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
14 Kecamatan di Maros Terendam Banjir, Satu Orang Tewas
Banjir di Jalan AP Pettarani, Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12/2022). (IDN Times/Aan Pranata)

Makassar, IDN Times - Banjir melanda berbagai wilayah pada 14 kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12/2022). Satu orang dilaporkan tewas.

Banjir terjadi di tengah hujan lebat dan angin kencang. Di Kecamatan Turikale, ibu kota Kabupaten Maros, banjir terjadi karena Sungai Maros meluap. Air merendam rumah-rumah dan jalan raya. Jalan AP Pettarani, penghubung antara Kota Makassar dengan Kabupaten Bone nyaris tidak bisa dilalui kendaraan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros Muhammad Fadli mengatakan, ketinggian air di masing-masing wilayah bervariasi, namun dilaporkan terus naik.

"Sebenarnya hampir semua (kecamatan) itu terendam walau hanya di titik-titik tertentu saja," kata Fadli kepada IDN Times  lewat telepon, Sabtu (24/12/2022).

1. Seorang nenek ditemukan tewas

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Sukma Shakti)

Fadli menerangkan bahwa dilaporkan satu orang di Kecamatan Camba ditemukan tewas di tengah banjir. BPBD tengah berupaya mengakses lokasi tersebut.

Menurut informasi yang beredar, korban ditemukan terapung di dalam rumahnya yang terendam banjir. BPBD belum menerima informasi soal identitas korban.

"Seorang nenek-nenek, infonya meninggal dalam rumahnya saat terdampak banjir, tapi identitas belum diketahui," kata Fadli.

2. BPBD fokus evakuasi warga

Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rahmat)

Fadli mengungkapkan, saat ini tim BPBD Maros bersama relawan berfokus pada upaya evakuasi. Ada tiga kecamatan yang dianggap paling berdampak, yakni Turikale, Maros Baru, dan Bantimurung.

"Tiga kecamatan itu yang saat ini kita fokuskan dulu," terang Fadli.

Fadli menyatakan BPBD bersama tim SAR gabungan menerima banyak laporan dan permintaan evakuasi. Namun karena keterbatasan personel, pihaknya menerapkan skala prioritas, terutama di daerah paling terdampak.

"Yang meminta untuk dievakuasi ini apakah anak-anak atau orangtua, mereka rata-rata meminta untuk segera dievakuasi. Belum lagi kondisi bencana seperti pohon tumbang itu juga harus kita selesaikan. Jadi kita sekarang skala prioritas dulu, tidak bisa langsung semua kita tangani," katanya.

3. Jalan penghubung Maros-Bone tidak bisa dilalui kendaraan

Tangkapan layar saat AKBP Maslahuddin melaporkan kondisi banjir di Maros. (Istimewa)

Banjir tidak hanya merendam pemukiman penduduk. Jalan-jalan juga digenangi air sehingga menghambat arus lalu lintas.

Jalan AP Pettarani, akses penghubung Kota Makasar dengan Kabupaten Bone, pada Sabtu siang pukul 13.00 Wita, terendam air setinggi setinggi betis orang dewasa. Kendaraan tidak bisa melintas.

Seorang pejabat Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel AKBP Maslahuddin membagikan video laporannya dari lokasi. Dia mengatakan jalan AP Pettarani tidak bisa dilewati. Pengendara diminta mencari jalan lain.

"Saat ini saya sedang berada di SPBU Maros melaporkan, arah menuju ke Kabupaten Bone tidak bisa dilintasi oleh kendaraan, karena sungai Maros saat ini meluap sampai menutupi jalan, kira-kira ketinggian air mencapai 20 sentimeter, karena setinggi lutut orang dewasa," kata Maslahuddin.

"Dendaraan dari Kota Makassar semuanya dialihkan menuju arah kabupaten Pangkep atau arah Parepare. Nanti saat disana bisa mencari jalan lewat Bulu Dua ke Bone atau ke Parepare, Sidrap kemudian masuk Soppeng Wajo. Ini air naik terus, demikian," tambahnya.

Editorial Team

Related Article