Comscore Tracker

Jadi Polemik, Deretan Pernyataan Kontroversial Pejabat Baru Jokowi 

Teranyar, warganet menilai jubir Presiden anti-kritik

Makassar, IDN Times - Kabinet Indonesia Kerja, nama untuk para menteri pendamping Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di masa kerja 2019-2014, sudah sebulan lebih bekerja. Selain itu, staf khusus Presiden pun sudah dilantik. Sejumlah figur millennial pun diizinkan masuk dalam lingkaran dalam Istana Kepresidenan.

Para menteri dari beragam kementerian telah menjabarkan rencana kerja dan usul mereka kepada publik. Namun beberapa di antaranya malah berujung pro-kontra.

Tak cuma menteri, nama pejabat Istana turut mencuat di linimasa media sosial atas beberapa hal. Berikut ini IDN Times membahas empat pernyataan kontroversial para pejabat di masa bakti kedua Jokowi sejauh ini.

1. Cadar dan celana cingkrang, Menag Fachrul Razi

Jadi Polemik, Deretan Pernyataan Kontroversial Pejabat Baru Jokowi (Wawancara Khusus IDN Times dengan Menag Fachrul Razi di Kemenag, [5/11]) IDN Times/Uni Lubis

Salah satu yang menyita atensi pemberitaan adalah pernyataan Fachrul Razi, hanya seminggu pascadilantik menjadi Menteri Agama. Ia menyinggung penggunaan cadar dan celana cingkrang di lingkungan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) lantaran identik dengan kaum radikal.

"Kamu gak lihat aturan negara gimana? Kalau gak bisa ikuti, keluar kamu," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Kamis 31 Oktober.

Namun dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR-RI pada 7 November, mantan jenderal TNI tersebut kemudian meralat pernyataannya. Ia hanya merasa khawatir jika cadar dianggap sebagai tolok ukur tingkat ketakwaan seseorang. Fachrul Razi pun menggaris bawahi kalau celana cingkrang tak dilarang, melainkan harus digunakan sesuai tempat.

2. Usul Pilkada tak langsung, Mendagri Tito Karnavian

Jadi Polemik, Deretan Pernyataan Kontroversial Pejabat Baru Jokowi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Dok, Kemendagri)

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut mendapat sorotan. Usai rapat kerja dengan Komisi I DPD pada 18 November silam, mantan Kapolri itu menyebut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lebih banyak mendatangkan masalah. Ada politik uang, penggelembungan suara, dugaan korupsi dan masih banyak lagi.

Menurut Tito, semua bermuara dari ongkos politik Indonesia yang selangit. "Bupati kalau gak punya Rp30 miliar gak akan berani (ikut Pilkada). Wali kota dan gubernur lebih tinggi lagi. Kalau dia bilang gak bayar, nol persen, saya mau ketemu orangnya," selorohnya. Alhasil, dirinya meminta Pilkada dikembalikan ke tingkat DPRD.

Namun, Tito sendiri menilai harus ada kajian akademik atas usulan tersebut. Pro-kontra pun seketika mencuat. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU, Arief Budiman, enggan berkomentar lebih jauh. "Kalau soal pilihan sistem, kami serahkan sepenuhnya kepada pembuat undang-undang. Pemerintah dan DPRD yang punya kewenangan untuk itu," ujar Arief di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, pada Senin 11 November.

Baca Juga: Kritik Pilkada Langsung, Tito: Bupati Gak Punya Rp30 M, Gak Berani!

3. Pancasila dan "kubu sebelah", Staf Khusus Presiden - Gracia Billy Mambrasar

Jadi Polemik, Deretan Pernyataan Kontroversial Pejabat Baru Jokowi Staf Khusus Presiden Gracia Billy Mambrasar (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Tepat pada akhir November kemarin, nama salah satu Staf Khusus Presiden yakni Gracia Billy Mambrasar memenuhi linimasa Twitter akibat salah satu cuitannya.

"Stlh membahas ttg Pancasila (yg bikin kubu sebelah megap2), lalu mendesign kartu Pra-kerja di Jkt, lalu sy ke Pulau Damai penuh keberagaman: Bali!", demikian bunyi cuitan yang sudah dihapus dari akun @kitongbisa tersebut. Sejumlah warganet menuding cuitan tersebut membuat Billy terlihat seperti buzzer.

Tagar #StafsusRasaBuzzerRp pun sempat mencuat. Tak lama berselang, pendiri pusat belajar Kitong Bisa! Foundation tersebut mengunggah serangkaian cuitan berisi penjelasan. Yang dimaksud 'kubu sebelah' oleh Billy adalah orang-orang yang selalu memandang sebelah mata kinerjanya sebagai stafsus Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Gara-gara Ucapan "Kubu Sebelah" di Twitter, Stafsus Jokowi Minta Maaf

4. #GerakanBlokirFadjroel, Juru Bicara Presiden RI - Fadjroel Rachman

Jadi Polemik, Deretan Pernyataan Kontroversial Pejabat Baru Jokowi Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis 5 Desember 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Nah, inilah kasus terbaru yang menimpa satu lagi orang di lingkaran dalam Istana Presiden. Nama Fadjroel Rachman, juru bicara Presiden Joko Widodo, mendadak terselip dalam tagar #GerakanBlokirFadjroel di Twitter sejak Senin (9/12) malam. Kok bisa?

Tagar yang sempat menjadi trending topic di Twitter Indonesia pada Selasa (10/12) pagi ini rupanya berisi kritikan atas sikap Fadjroel yang terkesan anti-kritik. Selain itu, warganet beramai-ramai mengunggah tangkapan layar atau screenshot bukti bahwa akun mereka diblokir oleh akun @fadjroeL.

Baca Juga: Jadi Jubir Presiden, Fadjroel Rachman Tak Mundur dari PT Adhi Karya

Topic:

  • Ach. Hidayat Alsair
  • Irwan Idris

Just For You