Naik-Turun Kondisi Finansial PSM Makassar Sepanjang Tahun 2023

Makassar, IDN Times - Tahun 2023 memang menjadi tahun yang sulit untuk PSM Makassar. Bukan secara performa di kompetisi domestik, mengingat pada April 2023 mereka merayakan gelar juara BRI Liga 1 musim 2022-23. Ini adalah trofi liga pertama Juku Eja sejak Liga Indonesia musim 1999-2000.
Yang dimaksud tentu saja masalah finansial yang menjerat mereka. Masalah kembali mencuat selepas mereka mengangkat piala supremasi kompetisi domestik tersebut. Tunggakan gaji jadi kabar buruk di pengujung tahun, ditambah tuntutan pelunasan hutang dari pihak ketiga. Berikut ini IDN Times menyajikan ringkasannya untuk pembaca.
1. Perkara utang-piutang dengan mantan sekretaris klub

Mantan Sekretaris PSM Makassar, Shesie Erisoya, membuat pernyataan mengejutkan pada Agustus 2023. Dia menyebut PT. Persaudaraan Sepak Bola Makassar (PSM) selaku pengelola klub berutang kepadanya hingga Rp5,67 miliar. Utang itu meliputi biaya yang dia keluarkan untuk menalangi operasional klub dari tahun 2016 hingga 2019, seperti anggaran belanja pemain, sewa hotel, hingga tiket pesawat.
Kuasa hukum Erisoya, Agus Amri menyebut kliennya mengucurkan dana total Rp14,9 miliar. PSM sudah membayar utang sejak Januari 2019, tapi mulai tersendat pada Januari 2023 dengan menyisakan Rp5,67 miliar.
PSM kemudian merespons melalui kuasa hukumnya, Yusug Gunco. Disebutkan bahwa kedua pihak menyepakati pembayaran sisa utang senilai Rp2,1 miliar, sedangkan sisanya Rp3,5 miliar masih perlu dibuktikan.
2. Tavares lelang memorabilia demi membantu keuangan klub

Dua bulan setelah kompetisi Liga 1 musim 2023-2024 bergulir, pelatih PSM Bernardo Tavares menyita perhatian penggemar. Jelang laga lawan Barito Putera Kamis 14 September 2023, ia mengumumkan akan melelang sejumlah barang pribadinya.
Tavares menyebut tindakan itu untuk membantu kesulitan keuangan staf pelatih dan ofisial yang gajinya telat. Barang-barang yang dilelang antara lain sepasang kaos poli dan celana, satu trofi Best Coach of the Month di musim sebelumnya, serta tiga akses VIP untuk pertandingan kandang PSM.
Meski begitu, tidak diketahu siapa saja yang berhasil mendapat barang-barang tersebut. Sebab sehari setelahnya, Jumat 15 September 2023, Aksa Mahmud selaku founder Bosowa Group yang menjadi sponsor PSM turun langsung menemui pemain dan para staf pelatih di Parepare. Masalah gaji konon diselesaikan pada hari itu juga.
3. Isu tunggakan gaji mencuat di akhir tahun

Pada awal Desember 2023, Bernardo Tavares kembali mengungkapkan kondisi kesulitan keuangan klub. Dia menyebut para pemain belum menerima gaji hingga tiga bulan, yang menyebabkan mereka sama sekali tidak berlatih jelang pertandingan lawan Bhayangkara FC saat itu.
Aksa Mahmud kembali "turun gunung" dan menyaksikan Juku Eja ditahan imbang 1-1 oleh sang tamu di Stadion Gelora B.J. Habibie Parepare, 8 Desember 2023. Sekali lagi, ia menegaskan bahwa tidak ada tunggakan gaji dan manajemen selalu berusaha menunaikan kewajikan tepat waktu.
4. Erwin Aksa buka suara soal permasalahan di PSM

Komisaris Bosowa Group selaku sponsor PSM Makassar, Erwin Aksa, angkat bicara atas masalah finansial Juku Eja. Ia mengunggah video berisi tanggapan masalah tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @erwinaksa.id, pada 9 Desember 2023.
Putra sulung pengusaha Aksa Mahmud tersebut mengatakan memang ada hal yang tidak beres dalam tubuh manajemen PSM Makassar saat ini. Erwin bahkan siap mencopot orang yang dianggap pantas dicopot. Ia bahkan bersedia menggelontorkan dana untuk menyelesaikan masalah finansial yang sedang menerpa. Erwin menyebut bahwa persoalan nafkah pemain dan pelatih tidak bisa dikompromikan.
5. Sempat pamit gara-gara gaji telat, Mansaray batal tinggalkan PSM

Desember memang jadi bulan penuh warna kelabu untuk PSM. Victor Mansaray, striker yang baru didatangkan pada akhir Oktober, mengumumkan tidak lagi berseragam merah marun pada 15 Desember 2023. Masalah gaji jadi alasan utama keputusan memutus kontrak yang baru berjalan 1,5 bulan.
Mansaray sendiri tetap berangkat ke Kediri dan bermain dalam laga pekan ke-23 BRI Liga 1 2023-24 versus Persik di hari Senin, 18 Desember 2023. Tapi, ucapan pamit tersebut langsung mendapat respons.
Sejumlah kelompok suporter menggelar demonstrasi di Gedung Menara Bosowa tepat di hari pertandingan melawan Macan Putih. Mereka menuntut Direktur Utama PT. PSM yakni Sadikin Aksa menemui langsung para suporter untuk menjelaskan kondisi Juku Eja sebenarnya. Tuntutan tersebut dikabulkan pada hari Rabu, 20 Desember 2023.
Dalam pertemuan tertutup, Sadikin menegaskan bahwa tunggakan gaji sudah diselesaikan sebelum kompetisi masuk masa libur, termasuk yang dituntut Mansaray. Striker asal Amerika Serikat tersebut bahkan sudah menemui Sadikin langsung, dan meminta maaf karena sudah membuat kegaduhan.
Semoga Pasukan Ramang bisa menemukan solusi dan tidak lagi mengalami masalah finansial di tahun 2024.


















