Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Legenda PSM Wiljan Pluim Bongkar Alasan Tolak Dinaturalisasi Jadi WNI
Pesepak bola PSM Makassar Willem Jan Pluim (kedua kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persikabo 1973 dalam lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/7/2023). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa.
  • Wiljan Pluim mengungkap pernah ditekan oknum klub dan PSSI agar menempuh naturalisasi menjadi WNI demi status pemain lokal, tapi ia menolak karena merasa aturan tidak jelas.

  • Pluim sadar Indonesia tidak mengenal kewarganegaraan ganda dan khawatir kehilangan paspor Belanda, sehingga memilih mempertahankan kewarganegaraan aslinya meski memenuhi syarat naturalisasi.

  • Ia memahami alasan beberapa pemain muda keturunan memilih paspor Indonesia untuk keuntungan karier, tapi menegaskan dirinya tak ingin ambil risiko serupa setelah sukses bersama PSM Makassar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Skandal paspor (Paspoortgate) yang tengah mengguncang sepak bola Belanda memicu debat panas mengenai aspek legalitas dan status kewarganegaraan. Menanggapi hal ini, legenda hidup PSM Makassar, Wiljan Pluim, membagikan pengalamannya yang mengejutkan saat masih berkarier di Indonesia.

Dalam program Tekengeld di ESPN Nederland pada Senin (6/4/2026) lalu, Pluim yang kini berusia 37 tahun mengungkap bahwa dirinya pernah "dirayu" untuk berpindah kewarganegaraan menjadi WNI. Tapi, ia menolaknya karena mencium adanya ketidakjelasan aturan.

1. Sempat didorong oleh oknum PSSI untuk jalani proses naturalisasi sebagai WNI

Aksi Wiljan Pluim dalam laga play-off AFC Cup 2023/2024 antara PSM Makassar versus Yangon United yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, 23 Agustus 2023. (Instagram.com/psm_makassar)

Pluim menceritakan bahwa setelah lima tahun membela Juku Eja (2016-2023), ia memenuhi syarat untuk mendapatkan paspor Indonesia. Oknum dari klub dan federasi (PSSI) sempat mendorongnya untuk menempuh jalur naturalisasi agar ia bisa berstatus sebagai pemain lokal.

"Saya ditekan oleh pihak federasi dan klub untuk mendapatkan paspor Indonesia. Lalu Anda juga menjadi 'pemain lokal', dan itu menguntungkan karena klub hanya diperbolehkan memiliki pemain asing dalam jumlah tertentu," ungkapnya kepada ESPN.

2. Sadar bahwa Indonesia bukan negara yang menerapkan kewarganegaraan ganda

Aksi pemain PSM Makassar Wiljan Pluim dalam laga kontra Borneo FC Samarinda, Minggu 16 April 2023. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/YU

Berbeda dengan banyak pemain lain, gelandang jebolan PEC Zwolle ini bersikap skeptis. Pluim menyadari bahwa Indonesia tidak mengenal sistem kewarganegaraan ganda. Ia khawatir jika mengambil paspor Indonesia, status kewarganegaraan Belanda-nya akan hilang.

"Tapi saya sudah mendengarnya dari orang lain dan langsung bertanya-tanya: bagaimana dengan paspor Belanda saya?" ujarnya. "Anda hanya diperbolehkan memiliki satu paspor di Indonesia. Saya ingin kembali ke Belanda setelah karier saya (di Indonesia selesai), jadi saya putuskan untuk tidak melakukannya," imbuh Pluim.

3. Pluim mengaku paham alasan sejumlah pemain muda keturunan memilih status WNI

Pesepak bola PSM Makassar Wiljan Pluim (kedua kanan) berebut bola dengan pesepak bola Barito Putera pada laga BRI Liga 1 di Stadion Gelora BJ Habibie, Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Kamis (9/2/2023). ANTARA FOTO/Erick Didu/abhe/nym.

Berkaca dari pengalaman di Indonesia, Pluim menyebut bahwa praktik menyimpan paspor negara asal meski sudah mengganti kewarganegaraan kerap dilakukan agar bisa masuk tanpa mengurus visa. Alhasil, ia tak heran dengan Paspoortgate yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Indonesia yang saat ini merumput di Liga Belanda. Tapi, Pluim mengaku paham alasan sejumlah pemain muda Belanda memilih paspor Indonesia.

"Di Indonesia, Anda tiba-tiba bernilai jauh lebih tinggi daripada paspor. Tapi itu bukan masalah bagi saya. Saya telah bermain di sana selama beberapa tahun, tidak banyak lagi yang perlu dibuktikan, dan tidak akan mengambil risiko itu," ujarnya. Bersama Pasukan Ramang, Pluim sukses meraih dua titel yakni Piala Indonesia 2018/1019 dan Liga 1 2022/2023.

Editorial Team