Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Darije Kalezic Ungkap Alasan Kembali Latih PSM: Saya Terpanggil!

Darije Kalezic Ungkap Alasan Kembali Latih PSM: Saya Terpanggil!
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic (dua dari kanan), dalam sesi konferensi pers perkenalan pada Sabtu 19 Juli 2026. (Dok. IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)
Intinya Sih
  • Darije Kalezic resmi kembali melatih PSM Makassar untuk musim 2026/2027 dengan kontrak tiga tahun, setelah sebelumnya membawa klub meraih trofi Piala Indonesia 2018/2019.
  • Ia menilai performa PSM musim lalu menurun drastis hingga finis di peringkat ke-15, dan menganggap kondisi tersebut sebagai tantangan besar untuk dibenahi secara bertahap.
  • Darije mengaku terpanggil kembali karena kecintaannya pada atmosfer sepak bola Makassar serta fanatisme suporter, sejalan dengan visinya bersama manajemen untuk memulihkan kejayaan klub.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times – Masa bakti kedua Darije Kalezic sebagai pelatih PSM Makassar untuk musim 2026/2027 resmi dimulai. Dalam sesi konferensi pers perkenalannya pada Minggu (20/7/2026) kemarin, manajemen PSM mengumumkan telah mengikat pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut dengan kontrak berdurasi tiga tahun.

Kembalinya juru taktik yang mempersembahkan trofi Piala Indonesia 2018/2019 ini terjadi di momen yang krusial. Di tengah badai sanksi FIFA dan eksodus massal pilar penting musim lalu, Darije secara blak-blakan mengungkap rapor merah klub serta alasannya bersedia pulang demi mengembalikan reputasi Pasukan Ramang.

1. Darije berani menyebut ada yang salah dengan performa PSM Makassar musim lalu

PSM Makassar versus Bali United di musim 2025/2026.
Salah satu momen laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 antara PSM Makassar versus Bali United yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie, Parepare, pada 9 Januari 2026. (instagram.com/psm_makassar)

Saat masuk masa negosiasi dengan manajemen, Darije rupanya ikut memantau perkembangan Juku Eja dari jauh. Hasilnya, ia mengaku prihatin dengan performa tim. Finis di peringkat ke-15 pada Super League musim lalu menjadi indikator kuat untuk Darije bahwa ada masalah mendasar sedang terjadi di dalam tim.

"Saya melihat PSM tidak tampil seperti ekspektasi saya, terutama pada saat saya melatih dan setelah itu. Dan tentu saja terlihat ada sesuatu yang salah, dan menyebabkan PSM finis di peringkat 15 musim lalu," ungkap Darije menilai kemunduran performa tim.

2. Setuju dengan tawaran Juku Eja karena merasa tertantang untuk melakukan pembenahan

PSM Makassar versus Borneo FC Samarinda di musim 2025/2026.
Pesepak bola PSM Makassar Gledson Paixao (kanan) berusaha merebut bola dari pesepak bola Borneo FC Samarinda Peralta (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/4/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar)

Situasi keroposnya tim setelah ditinggal banyak pemain bintang tidak membuat nyali pelatih berusia 56 tahun ini ciut. Sebaliknya, kondisi sulit jadi disebutnya sebagai tantangan. Namun, Darije menekankan bahwa membenahi PSM adalah proyek yang membutuhkan waktu panjang.

"Banyak pemain meninggalkan klub, tetapi di masa-masa sulit ini, saya seperti terpanggil untuk mengambil tantangan ini, untuk bekerja kembali di PSM. Namun itu tidak semudah menyalakan dan mematikan saklar lampu, tetapi butuh proses. Dan itu alasan kenapa saya setuju menandatangani kontrak 3 tahun," jelas eks pelatih De Graafschap tersebut.

3. Atmosfer sepak bola Makassar dan fanatisme suporter jadi alasan Darije kembali ke PSM

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, dalam sesi konferensi pers perkenalan pada Sabtu 19 Juli 2026.
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic (dua dari kanan), dalam sesi konferensi pers perkenalan pada Sabtu 19 Juli 2026. (Dok. IDN Times/Achmad Hidayat Alsair)

Lebih jauh, kesamaan visi dengan pihak manajemen untuk melakukan pembenahan menjadi alasan Darije kembali menerima tawaran PSM. Di samping itu, kecintaan pada atmosfer sepak bola Makassar dan fanatisme suporter menjadi juga alasan ia rela melepas kariernya di benua biru.

"Di musim lalu, banyak hal yang saya pikir berjalan keliru di PSM. Saya berbicara dengan manajemen, dan kita semua setuju akan berusaha sekeras mungkin untuk membawa PSM ke tempat seharusnya berada. Saya memutuskan meninggalkan Eropa karena saya suka dengan klub ini dan para fansnya, dan saya percaya bahwa bersama kita bisa mencapai target," pungkasnya optimistis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Latest Sport Sulawesi Selatan

See More