Nenad Lalic Ungkap Alasan Terima Tawaran PSM, Ada Faktor Pelatih

- Bek Serbia Nenad Lalic menerima tawaran PSM Makassar karena tertarik pada rencana klub untuk musim 2026/2027, reputasi PSM, serta masukan positif mengenai pelatih Darije Kalezic.
- Lalic termotivasi membantu PSM kembali stabil dan bersaing di papan atas Super League, sekaligus menargetkan persaingan hingga peluang juara di Piala Liga.
- Setelah mencatat 30 penampilan dan tiga gol bersama Nakhon Ratchasima, Lalic menilai sepak bola Indonesia dan Thailand mirip, dengan gaya Asia Tenggara lebih direct serta berorientasi gol.
Makassar, IDN Times - Rekrutan baru PSM Makassar asal Serbia, Nenad Lalic, mengaku terpikat dengan rencana klub barunya dalam mengarungi musim 2026/2027. Ini disebut sebagai alasan utamanya menerima pinangan Juku Eja dalam video wawancara yang diunggah ke kanal YouTube resmi PSM Makassar pada 12 Agustus 2026 lalu.
Lebih jauh, bek berpostur 1,97 meter ini membeberkan ada faktor reputasi pelatih PSM, Darije Kalezic, di balik keputusannya merantau ke Indonesia. Lalic sendiri musim lalu merumput di Liga Thailand sebagai pemain Nakhon Ratchasima FC, catatkan 30 penampilan dan mencetak 3 gol.
1. Keberadaan Darije Kalezic menjadi salah satu alasan utama Lalic menerima tawaran PSM

Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic (kedua kanan) memimpin latihan perdana di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said/nz) Bek kelahiran Novi Sad tersebut menegaskan bahwa reputasi PSM serta keberadaan juru taktik menjadi pertimbangan utamanya. Terlebih Lalic sudah mendengar banyak hal positif tentang PSM, termasuk sebagai salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia. Meski sebelumnya tak mengenal Kalezic, Lalic mendapat masukan langsung dari teman baiknya.
"Saya belum mengenalnya (Kalezic, red.) secara pribadi, tapi saya sudah banyak mendengar hal tentangnya karena dia pelatih yang sangat baik dan membesut sejumlah tim di Eropa. Justru teman sayalah yang kenal dia dengan baik. Jadi suatu waktu kami bertemu dan berbicara tentang sepak bola, Indonesia, Makassar, dan banyak hal tentang tim ini," jelas pemain 27 tahun tersebut.
2. Mengaku termotivasi untuk ikut andil membawa Juku Eja kembali bersaing di level tertinggi

Aksi pemain baru PSM Makassar, Nenad Lalic, dalam pemusatan latihan di Yogyakarta pada Agustus 2026. (instagram.com/psm_makassar) Dalam komunikasi awal dengan Darije, Lalic mengungkapkan target yang diusung manajemen dan tim pelatih untuk mengarungi kompetisi musim ini. Dengan dua ajang dipastikan diselenggarakan, pemilik postur 1,97 meter tersebut termotivasi untuk membawa Pasukan Ramang konsisten bersaing di level tertinggi.
"Saya bertanya pada Darije tentang tujuan klub dan dia bercerita dia ingin membawa PSM Makassar kembali seperti saat dirinya melatih beberapa tahun lalu. Ia juga ingin membawa stabilitas dan berada di papan atas Super League. Dan juga bersaing di Piala Liga, bahkan menang jika bisa," tegas Lalic penuh optimisme.
3. Sepak bola Asia Tenggara disebut Lalic lebih direct, atraktif, dan berorientasi pada gol

Penampilan bek Nenad Lalic (kanan) saat masih memperkuat Nakhon Ratchasima FC pada musim 2025/2026. (instagram.com/nakhonratchasima_fc_official) Memiliki pengalaman bermain di kasta tertinggi Liga Thailand musim lalu, Lalic memberikan pandangannya terkait atmosfer sepak bola di Asia Tenggara dibandingkan Benua Biru. Menurutnya, ritme sepak bola di Asia Tenggara memiliki karakter yang khas dan lebih atraktif.
"Saya rasa Liga Indonesia dan Liga Thailand cukup mirip. Mungkin sedikit berbeda, tapi saya belum bisa berbicara banyak karena belum bermain di pertandingan resmi. Tapi dari yang saya lihat, tampaknya hampir mirip dengan Thailand," ungkap Lalic.
"Namun jika dibandingkan dengan Eropa, ada sedikit perbedaan gaya bermainnya. Karena di sini, bermain sepak bola terlihat sangat direct. Semua orang ingin mencetak banyak gol, dan itu bagus," sambungnya.
















