Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warung Makan di Makassar Diteror Paket Kepala Kambing Busuk

IMG-20260103-WA0084.jpg
Kepala kambing yang ditemukan di depan warung di Jl Abdullah Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (3/1/2026) malam. (Dok. IDN Times).
Intinya sih...
  • Temuan kepala kambing busuk di depan warung makan menggegerkan warga Makassar.
  • Gita Naluri menemukan dus berisi kepala kambing, polisi menyelidiki motif teror tersebut.
  • Pemilik warung Dian tidak pernah berkonflik dengan siapapun sebelumnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Warga Jalan Abdullah Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, digegerkan dengan temuan kepala kambing busuk yang diduga sebagai bentuk teror. Kepala kambing tersebut ditemukan terbungkus di dalam dus mi instan berwarna cokelat yang dililit lakban, diletakkan tepat di depan sebuah warung makan, Sabtu (3/1/2026) malam.

Temuan mencurigakan itu pertama kali diketahui oleh seorang pekerja warung makan bernama Gita Naluri (31) sekitar pukul 19.00 Wita. Awalnya, Gita mengira dus tersebut merupakan paket kiriman yang tertinggal di depan ruko.

“Saya kira paket, karena posisinya di depan ruko. Tapi setelah diangkat, baunya menyengat sekali, bau bangkai,” ujar Gita kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026) malam.

1. Awalnya dikira bangkai anjing

IMG-20260103-WA0082.jpg
Anggota Polsek Panakkukang saat amanka Kepala kambing yang ditemukan di depan warung di Jl Abdullah Daeng Sirua, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (3/1/2026) malam. (Dok. IDN Times).

Kecurigaan Gita semakin kuat setelah memastikan tidak ada nama maupun alamat pengirim pada dus tersebut. Merasa khawatir dan takut akan potensi bahaya, ia memilih tidak membuka paket itu.

“Saya langsung inisiatif jangan dibuka dan jangan disentuh. Takutnya berbahaya,” jelasnya.

Gita kemudian mengambil foto dus tersebut dan membagikannya ke grup pesan singkat untuk memastikan apakah ada pihak yang merasa kehilangan paket. Namun, tak satu pun yang mengaku sebagai pemilik.

Selanjutnya, Gita melaporkan temuan itu kepada ibu RT setempat yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas. Tak berselang lama, petugas bersama pihak terkait tiba di lokasi dan membuka dus menggunakan pisau.

Di dalam dus tersebut, petugas menemukan sebuah kantong plastik merah berisi kepala kambing berwarna hitam dalam kondisi membusuk dan berair.

“Awalnya kami kira kepala anjing, tapi setelah diperhatikan ternyata kepala kambing. Kondisinya sudah busuk,” ungkap Gita.

Ia menambahkan, kepala kambing tersebut masih dalam kondisi utuh, lengkap dengan telinga dan mata, serta terdapat sisa darah meski sudah membusuk.

2. Polisi selidiki motif dugaan aksi teror tersebut

VideoCapture_20251110-203914.jpg
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Nasrullah, yang memimpin langsung pencarian Bilqis hingga ke wilayah terpencil Suku Anak Dalam (SAD). IDN Times / Darsil Yahya

Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Panakkukang, Iptu Nasrullah, membenarkan adanya laporan terkait temuan kepala kambing tersebut. Ia menjelaskan, paket itu dikirim menggunakan kardus yang dililit lakban cokelat.

“Pemilik warung sudah melapor ke kantor. Awalnya diduga kepala anjing karena mirip, tapi setelah diperiksa ternyata kepala kambing,” kata Nasrullah.

Usai menerima laporan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pengirim paket sekaligus menelusuri motif di balik dugaan aksi teror tersebut.

“Motifnya belum diketahui karena korban baru melapor. Sementara ini masih kami dalami dan perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” jelasnya.

3. Pemilik warung mengaku tidak pernah berkonflik dengan siapapun

IMG-20260103-WA0085-scaled.jpg
Dian (40) Pemilik Warung Makan di Makassar yang Dapat Teror Kiriman Bangkai Kepala Kambing. (Dok.IDN Times)

Di sisi lain, pemilik warung makan bernama Dian (40) mengaku sangat terkejut atas kejadian itu. Ia menegaskan tidak pernah menerima ancaman, teror, maupun pesan mencurigakan sebelumnya.

“Tidak ada chat atau teror apa pun sebelumnya. Makanya saya kaget kenapa tiba-tiba ada kejadian seperti ini,” ujar Dian.

Dian juga menyampaikan bahwa warung makannya baru beroperasi sekitar dua bulan. Saat kejadian, warung tersebut dalam kondisi tutup karena libur Tahun Baru dan baru akan kembali beroperasi pada 5 Januari 2026.

Ia menegaskan tidak memiliki konflik dengan siapa pun, baik dengan mantan karyawan maupun sesama pelaku usaha.

“Dari kami tidak ada masalah, tidak ada persaingan. Kalau pun ada dugaan, biarlah polisi yang menelusuri,” tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Atasi Macet Bertahun-tahun, Pemkot Tertibkan PKL di Jalan Saripa Raya

05 Jan 2026, 10:21 WIBNews