Intip Menu MBG Ramadan di Makassar, Siswa Dapat Apa Saja?

- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makassar tetap berjalan selama Ramadan dengan menu kering yang dibagikan kepada siswa SD setiap hari sekolah aktif.
- Menu MBG berganti tiap hari, berisi sumber protein seperti telur, susu, atau tempe, dan disusun sesuai takaran gizi yang diawasi petugas gizi sekolah.
- Paket makanan dibagikan pagi sebelum istirahat agar bisa dibawa pulang untuk berbuka, sementara mekanisme distribusi tetap mengikuti jadwal sekolah aktif.
Makassar, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan tetap disalurkan di sejumlah SD di Makassar, Sulawesi Selatan. MBG ini disalurkan dalam bentuk menu kering yang dikemas untuk dibawa pulang.
Distribusi MBG selama Ramadan tetap mengikuti hari aktif sekolah. Hari ini, Rabu (25/2/2026), penyaluran MBG memasuki hari ketiga setelah sekolah aktif kembali usai libur sepekan lalu.
Jenis makanan pun disesuaikan agar tahan hingga waktu berbuka puasa. Pantauan IDN Times di SD Inpres Unggulan Toddopuli dan SD Negeri Tidung, paket dibagikan pada pagi hari sebelum waktu istirahat siswa.
Jika pada hari biasa menu MBG disajikan dalam ompreng untuk dikonsumsi di sekolah, maka selama Ramadan makanan dikemas dalam tote bag. Setelah dibagikan kepada siswa, tote bag tersebut dikumpulkan kembali oleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
1. Menu berganti setiap hari

Di SD Inpres Unggulan Toddopuli, menu yang diterima siswa hari ini terdiri atas roti, sebutir telur, dua pisang, dan satu susu UHT full cream ukuran mini. Seluruh makanan dibungkus plastik sebelum dimasukkan ke dalam tote bag.
Para siswa hanya menerima isinya saja. Sementara tote bag tetap ditaruh kembali sebelum petugas mengambilnya lagi. Para siswa pun tampak membicarakan menu yang mereka dapatkan.
Koordinator MBG SD Inpres Unggulan Toddopuli, Kei, menyebut penyaluran menu kering sudah berlangsung sejak hari pertama masuk sekolah pada Senin 23 Februari 2026 lalu. Penyaluran dimulai setelah masa libur berakhir.
"Kalau untuk hari ini pisang, susu, roti, sama telur. Setiap hari menu kering selama Ramadan, dari hari Senin karena baru masuk sekolah setelah libur. Sesuai jadwal sekolah," kata Kei.
2. Sumber protein disesuaikan

Kei menjelaskan distribusi tetap berjalan selama Ramadan. Menu disebut berganti setiap hari dengan sumber protein yang disesuaikan.
"Kemarin ada abon, susu. Jadi kalau tidak ada susu, berarti ada tempe diganti proteinnya," kata Kei.
Kei juga menuturkan komposisi gizi dilaporkan secara berkala oleh petugas gizi. Komunikasi antara pihak sekolah dan tim gizi disebutnya berjalan lancar untuk memastikan takaran nutrisi tetap terpenuhi.
"Ada takaran gizinya juga yang selalu dia laporkan sama saya," katanya.
3. MBG tiba sebelum jam istirahat

Sementara itu, di SD Negeri Tidung, menu yang dibagikan berupa roti cokelat ukuran cukup besar, satu pisang, sebutir telur, dan satu susu UHT full cream ukuran mini. Paket dibagikan sekitar pukul 09.00 WITA.
"Biasa jam 9 sebelum istirahat anak-anak," kata Sultan, petugas keamanan SD Negeri Tidung.
Salah seorang siswa, Najwa, mengaku sudah menerima MBG kering sejak tiga hari terakhir. Penyaluran dimulai setelah libur sekolah berakhir.
"Ini baru tiga hari karena minggu lalu libur," katanya.
Saat ditanya mengenai menu yang diterima sebelumnya, Najwa menyebut menunya hampir serupa yakni roti, telur, dan susu. Mengenai kesan terhadap makanan yang dibagikan, Najwa menjawab singkat.
"Lumayan," katanya.
4. Penyaluran tetap jalan selama Ramadan

Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sulawesi Selatan, Handayani Syaukani, menjelaskan mekanisme distribusi tidak berubah dan tetap mengikuti hari aktif sekolah. Saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, siswa menerima paket MBG. Jika sekolah libur, maka penyaluran dialihkan kepada kelompok penerima manfaat lain seperti ibu hamil, balita non-PAUD, dan ibu menyusui.
"Mekanismenya tetap sama seperti tahun lalu, penyaluran tetap dilakukan dengan menu kering. Jika sekolah libur, penyaluran akan fokus pada penerima manfaat kelompok ibu hamil, balita non paud dan ibu menyusui," kata Handayani saat dihubungi IDN Times, Rabu (4/2/2026).
Menurut Handayani, isi paket disesuaikan agar aman disimpan hingga waktu berbuka. Menu dapat berupa telur rebus, telur asin atau pindang, kurma, abon, serta buah. Komposisi disusun tenaga ahli gizi berdasarkan angka kecukupan gizi masing-masing penerima manfaat.
"Menu kering yang bisa tahan sampai waktu buka puasa. Komposisinya nanti diatur oleh ahli gizi sesuai angka kecukupan gizi bagi penerima manfaat," katanya.

















