Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nama Wakil Wali Kota Makassar Dicatut Penipu Modus Sumbangan Masjid

Nama Wakil Wali Kota Makassar Dicatut Penipu Modus Sumbangan Masjid
Nama Wakil Wali Kota Makassar Dicatut Penipu Modus Sumbangan Masjid. (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengimbau warga waspada terhadap penipuan yang mencatut namanya dengan modus sumbangan untuk masjid dan panti asuhan.
  • Pelaku menipu korban lewat pesan palsu berisi bukti transfer Rp27 juta dan foto pendukung, lalu meminta pengembalian dana dengan alasan kesalahan transfer.
  • Aliyah menegaskan tidak pernah melakukan transaksi bantuan seperti itu dan meminta masyarakat selalu memverifikasi pesan mencurigakan serta melapor jika menemukan indikasi penipuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengimbau masyarakat waspada terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan dirinya. Modus ini diketahui menyasar pengurus masjid hingga pihak panti asuhan dengan dalih penyaluran bantuan dana.

Imbauan ini disampaikan setelah beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga digunakan pelaku untuk menipu korban. Dalam percakapan tersebut, pelaku mencoba meyakinkan korban dengan skenario bantuan sosial yang tampak meyakinkan.

Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, pelaku mengaku telah mentransfer dana sebesar Rp27 juta yang disebut akan dibagi untuk masjid sebesar Rp15 juta dan panti asuhan Rp12 juta. Pesan itu disampaikan seolah berasal dari Aliyah Mustika Ilham.

Pelaku kemudian mengirimkan foto sebagai pendukung, termasuk gambar anak-anak yang diklaim sebagai penghuni panti asuhan yang sedang menunggu bantuan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat narasi agar korban semakin percaya.

Setelah itu, pelaku meminta korban segera membantu dan mengindikasikan adanya komunikasi lanjutan, termasuk rencana menelepon pihak tertentu. Modus ini biasanya dilanjutkan dengan klaim adanya kesalahan transfer, lalu korban diminta mengembalikan sejumlah uang.

“Pelaku biasanya mengirimkan bukti transfer, namun kemudian mengklaim terjadi kesalahan jumlah transfer. Setelah itu, korban diminta untuk mengembalikan selisih dana yang sebenarnya tidak pernah ada,” ujar Aliyah, Sabtu (18/4/2026).

Aliyah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan transaksi bantuan dengan cara seperti yang dilakukan pelaku. Ia juga memastikan tidak pernah meminta pengembalian dana kepada penerima bantuan.

Menurutnya, pelaku sengaja memanfaatkan nama pejabat publik untuk membangun kepercayaan. Apalagi dengan tambahan bukti visual dan narasi sosial, korban menjadi lebih mudah percaya.

Ia pun meminta masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi jika menerima pesan yang mengatasnamakan dirinya atau pejabat lainnya, terutama jika berkaitan dengan uang.

Pemerintah Kota Makassar mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau panggilan mencurigakan. Warga juga diminta tidak langsung melakukan transfer sebelum memastikan kebenaran informasi tersebut.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas. Jika menemukan indikasi penipuan, warga diminta segera melaporkannya ke pihak berwenang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More