Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Makassar Minat Pakai Motor Listrik tapi Ragu Sarana Tak Memadai

Warga Makassar Minat Pakai Motor Listrik tapi Ragu Sarana Tak Memadai
ilustrasi sepeda motor listrik (IDN Times/Hana Adi Perdana)
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah terus menggalakkan gaya hidup baru berupa electrifying lifestyle agar masyarakat menggunakan motor listrik karena tidak beremisi karbon sehingga mendukung pengembangan green transportation (transportasi ramah lingkungan) di Indonesia. Terkait hal ini, sejumlah warga Kota Makassar mengaku tertarik untuk memiliki motor listrik.

Salah satunya disampaikan Anastasya (25), seorang karyawan di perusahaan swasta. Dia yang sehari-harinya menggunakan motor konvensional, mengaku tertarik dengan motor listrik hanya saja masih ragu mengingat sarana pendukung belum memadai.

"Minat itu ada. Cuma yang bikin saya masih ragu berpindah ke motor listrik adalah karena tempat pengisian dayanya masih jarang, masih sedikit," kata Anastasya kepada IDN Times, Minggu (30/10/2022).

1. Sarana pendukung masih minim

stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) (Dok. Kementerian ESDM)
stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) (Dok. Kementerian ESDM)

Anastasya tidak memungkiri bahwa masih terdapat kekhawatiran ketika misalnya dia mengendarai motor listrik yang diklaim ramah lingkungan tersebut. Misalnya ketika daya baterai habis sementara tidak ada SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di sekitarnya.

"Kalau dalam bentuk baterai pasti ada jangka waktunya, bisa lowbat. Itu masih susah apalagi kalau masih sedikit tempat untuk pengisian daya. Tidak seperti motor konvensional yang di setiap titik jalan pasti ada SPBU," kata Anastasya.

Namun jika sarana pendukung seperti SPKLU tersedia di berbagai titik di Kota Makassar, maka kemungkinan dia akan mempertimbangkan untuk bermigrasi ke motor listrik. 

"Kalau saya harus beralih, mungkin karena memang lagi hype. Dari segi bodi, motor listrik lebih keren dan sepertinya lebih ringan dibandingkan dengan motor konvensional. Karena dia kan cuma pakai baterai. Kalau soal harga kan belum tahu," katanya.

2. Sosialisasi ke masyarakat harus lebih masif

PLN menyiapkan kendaraan listrik dan juga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk para delegasi G20. (Dok. PLN)
PLN menyiapkan kendaraan listrik dan juga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk para delegasi G20. (Dok. PLN)

Menurut Anastasya, sosialisasi sangat penting jika memang pemerintah ingin mendorong penggunaan motor listrik. Pasalnya, belum semua masyarakat mengetahui hal-hal mengenai motor listrik.

"Kalau sosialisasi kurang masif, orang kurang kenal kelebihan dan kekurangannya, motor listrik sama orang-orang pasti pikir pakai motor konvensional saja. Tidak ribet," katanya.

Salah satu yang penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat mengenai motor listrik yaitu keamanannya. Misalnya, apakah aman atau tidak penggunaan motor listrik ketika hujan, berapa besar biaya untuk pengisian daya, atau berapa lama daya bisa bertahan. 

"Hal-hal semacam itu kan yang perlu disosialisasikan ke masyarakat. Bagi masyarakat yang up to date, yang punya smartphone mungkin bisa mencari informasi di internet, tapi kalau masyarakat bawah, lebih susah. Apalagi kalau bukan generasi milenial dan Gen Z," katanya.

3. Lebih baik fokus pada transportasi publik

Ilustrasi penumpang bus. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi penumpang bus. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Senada dengan Anastasya, Zainab (27), juga mengaku berminat dengan motor listrik. Hanya saja tidak untuk dimiliki dalam waktu dekat. 

"Karena tidak lagi pakai BBM, jadi lebih ramah lingkungan sih. Tapi ya tetap bakal hitung-hitungan dulu perbandingan antara penggunaan BBM dengan tarif listrik di rumah. Karena tidak nutup kemungkinan pasti butuh spot charge di rumah," katanya.

Sarana dan prasarana yang belum memadai juga menjadi salah satu alasannya. Ditambah lagi dengan harga kendaraan listrik yang belum tentu lebih murah. Kalau pun lebih murah, harganya diyakini tidak jauh beda dengan harga listrik konvensional.

"Biaya perawatannya sepertinya juga bakal jauh lebih mahal. Jadi kalau tidak ditunjang dengan sarana prasarana yang baik dan memadai, ibaratnya buang-buang uang saja," katanya.

Menurutnya, pemerintah saat ini lebih baik fokus untuk penyediaan transportasi publik yang aman dan nyaman.

"Di samping bisa mengurangi emisi karbon, juga bisa mengurangi volume kendaraan di jalan alias tidak macet lagi," kata Zainab.

4. Gojek luncurkan 20 unit motor listrik

Gojek dan Santomo meluncurkan 20 unit motor listrik di Mal Nipah Makassar,  Jumat (18/3/2022). Dok. Gojek Indonesia
Gojek dan Santomo meluncurkan 20 unit motor listrik di Mal Nipah Makassar, Jumat (18/3/2022). Dok. Gojek Indonesia

Sementara itu, Gojek bersama Santomo selaku produsen motor listrik telah meluncurkan uji coba komersial 20 unit motor listrik di Kota Makassar pada Maret 2022 lalu. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi pertama di Indonesia Timur.

Percepatan ini sejalan dengan komitmen Zero Emissions (Nol Emisi Karbon) Gojek, yaitu menjadi platform yang netral karbon dan mentrasisi armada bertenaga listrik (EV) secara penuh pada tahun 2030. Inisiatif ini jug sejalan dengan isu prioritas yang dibawa Pemerintah Indonesia dalam G20 Summit, salah satunya transisi energi yang berkelanjutan, termasuk percepatan pengembangan ekosistem EV.

Saat ini sudah terdapat 6 stasiun penukaran baterai listrik atau SPKLU yang tersebar di Kota Makassar dan sekitarnya dengan waktu pengisian singkat kurang dari 10 detik. Lokasi tersebut yakni Kantor PLN UIW Sulselrabar (2 unit), Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sunggumanasa, Kantor PLN ULP Mattoanging, Kantor PLN ULP Karebosi, Kantor PLN ULP Daya, dan Kantor PLN ULP Maros.

Motor listrik yang dioperasikan Gojek sempat digunakan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto saat hari pertama pemberlakuan Ojol Day, Selasa 20 September 2022. Saat itu, Danny dibonceng oleh driver Gojek menggunakan motor listrik dari kediamannya menuju Balai Kota Makassar setelah memesannya via aplikasi.

Saat itu, Gojek mengoperasikan seluruh motor listrik tersebut. Semua unit motor listrik tersebut telah dioperasikan oleh mitra atau driver.

"Iya semua dipakai (driver)," demikian kata Kurniawan Iskandar selaku Regional Manager Corporate Affair East Indonesia Gojek.

5. Gubernur Sulsel mulai gunakan mobil listrik untuk dinas

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menggunakan mobil listrik di Kantor Bapenda Sulsel, Senin (3/10/2022). IDN Times/Istimewa
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menggunakan mobil listrik di Kantor Bapenda Sulsel, Senin (3/10/2022). IDN Times/Istimewa

Di lingkup pemerintahan, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mulai menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan operasional. Dia terlihat menggunakan mobil listrik usai menghadiri agenda penyerahan SK non ASN tenaga disabilitas di Kantor Bapenda Sulsel, di Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin 3 Oktober 2022.

Sudirman mengaku penggunaan mobil listrik itu sebagai wujud keseriusan Pemprov Sulsel dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat. Pasalnya, Presiden Joko Widodo belum lama ini memang mengintruksikan instansi pemerintahan menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas.

"Tentu kami berharap, apa harapan Bapak Presiden kita bisa perlahan, bertahap kita jalankan untuk penggunaan kendaraan listrik," kata Sudirman.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Disnakertrans Sulsel Waspadai Ancaman PHK di Tengah Gejolak Ekonomi

13 Jun 2026, 19:11 WIBNews