Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WALHI Sulsel: Sulawesi Selatan Hadapi 362 Bencana Ekologi Selama 2024
Kondisi banjir di Kelurahan Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Senin (23/12/2024). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
  • WALHI Sulsel merilis Catatan Akhir Tahun 2024 tentang kondisi lingkungan di Sulawesi Selatan yang semakin memprihatinkan akibat bencana ekologis
  • Terdapat 362 peristiwa bencana ekologis selama tahun 2024, dengan kerugian mencapai Rp1,95 triliun yang berdampak pada lebih dari 400 ribu penduduk
  • Bencana banjir menjadi yang tertinggi dengan 150 kejadian, diikuti tanah longsor (121 kejadian) dan kekeringan (27 kejadian), serta desakan untuk kepala daerah terpilih mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan lingkungan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan merilis Catatan Akhir Tahun 2024 dengan tema "Pesan Ekologi: Untuk Gubernur dan Seluruh Kepala Daerah, Pulihkan Sulawesi Selatan". Dalam kegiatan yang digelar di Red Corner, Makassar, Senin (30/12/2024) ini, WALHI menyoroti kondisi lingkungan di Sulawesi Selatan yang semakin memprihatinkan akibat bencana ekologis yang terus terjadi.

Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, menyampaikan bahwa selama tahun 2024 tercatat 362 peristiwa bencana ekologis. Bencana ini berdampak pada lebih dari 400 ribu penduduk dan kerugian yang diderita masyarakat mencapai Rp1,95 triliun.

"Siapa yang mengganti seluruh kerugian yang dialami rakyat ketika bencana terjadi? Kasur mereka yang rusak, rumah hancur, radio rusak, kendaraan rusak, sawah gagal panen, tangisan perempuan di desa-desa akibat bencana ekologis. Maukah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengganti semua itu? Tentu tidak," kata Al Amin.

1. Bencana banjir menjadi yang tertinggi

Banjir yang melanda Blok 8 dan 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Minggu (22/12/24). IDN Times/Darsil Yahya

Bencana banjir menjadi yang tertinggi dengan 150 kejadian (41 persen) diikuti tanah longsor sebanyak 121 kejadian (33 persen), dan kekeringan sebanyak 27 kejadian (7 persen). Kabupaten Luwu menjadi wilayah dengan bencana terbanyak, yaitu 39 peristiwa, disusul oleh Makassar dengan 36 kejadian, dan Palopo serta Toraja Utara masing-masing 29 kejadian. 

"Ini tidak bisa terjadi lagi. Ini tidak boleh dilestarikan. Ini tidak boleh dibiarkan. Rakyat harus aman di tanah ini.Perempuan-perempuan harus sejahtera di provinsi ini. Anak-anak muda harus berdaya di tanah ini," kata Amin.

2. Seruan untuk Gubernur dan Kepala Daerah

Pohon harapan untuk kepala daerah dalam Catatan Akhir Tahun 2024 yang bertajuk 'Pesan Keadilan Ekologi untuk Gubernur dan Seluruh Kepala Daerah di Sulawesi Selatan' yang berlangsung di Red Corner Cafe, Makassar, Senin (30/12/2024). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Dalam pemaparannya, Amin mendesak kepala daerah terpilih, terutama Gubernur Sulawesi Selatan, untuk segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan persoalan ini. Pihaknya berharap kepala daerah mau mendengar suara rakyat dan menciptakan kebijakan yang pro-lingkungan. 

"Ini yang kami gugah kepada seluruh bupati terpilih dan khususnya gubernur terpilih bahwa ini saatnya bekerja semaksimal mungkin. Berdialog dengan kami, berdiskusi dengan masyarakat sipil untuk melahirkan kebijakan yang berkelanjutan bagi Sulawesi Selatan," katanya.

WALHI juga mengingatkan bahwa keberlanjutan Sulawesi Selatan sebagai rumah yang layak dihuni harus menjadi prioritas. Mereka menyerukan agar izin-izin yang berkontribusi pada kerusakan lingkungan segera ditinjau ulang, serta meminta pemerintah untuk melahirkan kebijakan progresif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

"Tinjau ulang izin-izin yang terbit dan itu berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan dan mari buat kebijakan yang progresif. Kebijakan yang malah bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat di daerah kita masing-masing," kata Amin.

3. WALHI siap bekerja sama

Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin. (IDN Times/Asrhawi Muin)

WALHI memahami bahwa kepala daerah terpilih ada yang disponsori oleh perusahaan yang berkepentingan untuk memuluskan bisnis ekstraktif yang mereka impikan. Meski begitu, WALHI masih berkeyakinan penuh bahwa kepala daerah terpilih bukanlah sosok orang yang tidak punya ratio dan rasa. 

WALHI Sulsel pun tetap optimis bahwa dialog dan kerja sama dapat mendorong perubahan. Amin menyatakan pihaknya siap memberikan data, berdiskusi, dan membantu pemerintah untuk memulihkan Sulawesi Selatan dari ancaman kehancuran.

"Sulawesi Selatan adalah rumah kita bersama. Maka kita semua berkewajiban untuk menjaga rumah ini agar menjadi rumah yang nyaman dan layak dihuni oleh siapapun di mana pun dan sampai kapan pun," katanya.

Editorial Team

Related Article