Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tawuran Pecah Lagi di Makassar, Satu Korban Tewas Terkena Anak Panah
Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Mardya Shakti)

Makassar, IDN Times - Tawuran antarpemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali terjadi. Bentrokan di Jalan Kemauan, Kecamatan Makassar, itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Menurut informasi kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Minggu (30/1/2022) dini hari.

"Keributan antara kelompok merupakan aksi balas dendam," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Makassar AKP Lando dalam keterangan tertulisnya kepada IDN Times saat dikonfirmasi Minggu petang.

1. Sempat bentrok sehari sebelumnya

Ilustrasi. Barang bukti bentrokan antara warga. IDN Times/Polsek Tamalate

Lando menjelaskan, kedua kelompok pada Jumat, 28 Januari malam, memang telah terlibat tawuran. Bentrokan itulah yang mengakibatkan pemuda berinisal AD, warga Jalan Kemauan, meninggal dunia.

Pria 38 itu diketahui terkena anak panah atau busur di bagian perutnya. Peristiwa itulah yang jadi pemicu sehingga aksi balas dendam terjadi. "Tapi kejadian tersebut tidak berlangsung lama," ungkap Lando.

2. Petugas telah mengamankan lokasi kejadian

Ilustrasi Garis Polisi (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Lando menyatakan, aparat gabungan dari Polsek Makassar, Polsek Panakkukang dan dibantu Polrestabes Makassar langsung membubarkan bentrok tersebut. Di lokasi, petugas menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya batu, balok kayu hingga beberapa anak panah.

Sementara kelompok pemuda tetangga kawasan itu kocar-kacir setelah mengetahui kedatangan petugas gabungan. Petugas juga sempat mendatangi rumah duka korban tawuran.

3. Polisi masih selidiki pelaku yang membunuh korban

Ilustrasi. Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando dalam ekspos kasus di kantornya / Dok. Polrestabes Makassar

Lebih lanjut kata Lando, saat ini kepolisian telah mengamankan lokasi setempat. Beberapa personel terus disiagakan untuk mengantisipasi bentrok susulan. Polisi juga berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat.

"Penyelidikan guna mengetahui identitas para pelaku yang terlibat keributan guna dilakukan proses hukum," tegas Lando.

Editorial Team

Related Article