Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sulsel Kontrol Perdagangan Beras Keluar Daerah untuk Stabilitas Harga

Sulsel Kontrol Perdagangan Beras Keluar Daerah untuk Stabilitas Harga
High Level Meeting TPID di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (6/3/2025), Kamis (6/3/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)
Intinya Sih
  • Pemerintah Sulawesi Selatan mengontrol perdagangan beras ke luar daerah untuk menjaga stabilitas harga dan stok pangan lokal.
  • Pemprov Sulsel menargetkan sekitar 7 persen dari produksi beras untuk diserap sebagai cadangan daerah guna menjaga harga stabil dan mencegah kelangkaan.
  • Harga beras di Sulsel naik pada Februari 2025, pemerintah akan memperketat koordinasi dengan Bulog dan distributor untuk mencegah lonjakan harga selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan adanya kontrol dalam perdagangan beras ke luar daerah guna menjaga stabilitas harga dan stok pangan lokal. Kebijakan ini dibahas dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (6/3/2025).

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan kebijakan ini bukanlah larangan, melainkan langkah pengendalian agar Sulsel tetap memiliki cadangan beras yang cukup.

"Bukan dibatasi. Ada presentasi di mana ketika ada bantuan petani seperti pupuk, alsintan, benih, bibit dan sebagainya, maka tentu ada kontribusi juga petani tanggung berat kepada kami sebenarnya Bulog, perimbangan," kata Sudirman.

1. Kontribusi petani untuk stok pangan Sulsel

Ilustrasi petani menanam padi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi petani menanam padi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pemprov Sulsel menargetkan sekitar 7 persen dari produksi beras untuk diserap sebagai cadangan daerah. Langkah ini bertujuan agar harga tetap stabil dan masyarakat tidak mengalami kelangkaan bahan pokok.

"Permintaannya kurang lebih 7 persen supaya itu paling tidak cadangan stabilitas harga di daerah. Jangan sampai kita lepas semua keluar, kita lagi yang masalah di Sulsel," kata Sudirman.

2. Menjaga stabilitas harga beras

Ilustrasi beras SPHP (Foto: IDN Times)
Ilustrasi beras SPHP (Foto: IDN Times)

Harga beras di Sulsel mengalami kenaikan pada Februari 2025, menjadi salah satu penyumbang inflasi di beberapa kota Indeks Harga Konsumen (IHK), termasuk Makassar, Wajo, dan Sidrap. Untuk mencegah lonjakan harga yang lebih tinggi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri, pemerintah akan memperketat koordinasi dengan Bulog dan para distributor.

"Kita mau lepas ada tapi kita ada kontrol juga perimbangan. Karena ini menguasai hajat hidup orang banyak," katanya.

3. Stok beras Sulsel cukup

Ilustrasi beras SPHP. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi beras SPHP. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelumnya, Sudirman memastikan stok beras selama Ramadan 1446 H dalam kondisi aman. Ketika meninjau gudang Bulog pada Sabtu (1/3/2025), dia menyebut saat ini terdapat 184 ribu ton beras yang menjadi stok.

"Stok beras di sini (Bulog) 184 ribu, targetnya 509 ribu ton. Sekarang lumayan kita optimis karena sudah mulai panen. Secara nasional kita di bawah kita zona hijau," kata Sudirman.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More