Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
STIKES Panrita Husada Bulukumba Kembangkan Desa SALUT untuk Lansia
STIKES Panrita Husada Bulukumba menginisiasi program Pengembangan Desa SALUT (Desa Sehat Lansia Bebas Osteoartritis Lutut) di Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, 30 Juli 2026. Dok. Istimewa
  • STIKES Panrita Husada Bulukumba menginisiasi Desa SALUT untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia di pedesaan.
  • Desa Bijawang menjadi lokasi program yang mencakup edukasi, pemeriksaan lutut, fisioterapi, senam, dan pendampingan.
  • Kader PKK, kader kesehatan, serta pemerintah desa dilibatkan untuk mendampingi kesehatan lutut lansia secara berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2026

Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Pemuka didanai DPPM Kemdiktisaintek.

Rabu (9/9/2026)

Irma Suryani menyampaikan tujuan Desa SALUT dalam rilis pers yang diterima IDN Times.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program Pengembangan Desa SALUT untuk kesehatan lansia bebas osteoartritis lutut.
  • Who?
    STIKES Panrita Husada Bulukumba, tim pengabdian tiga dosen dan dua mahasiswa, lansia, kader PKK, kader kesehatan, serta pemerintah desa.
  • Where?
    Desa Bijawang.
  • When?
    Program PKM skema PMP didanai DPPM Kemdiktisaintek tahun 2026.
  • Why?
    Meningkatnya gangguan sendi lutut pada lansia berdampak pada mobilitas, produktivitas, dan kemandirian.
  • How?
    Melalui survei, penyuluhan, pemeriksaan lutut, pelatihan fisioterapi, senam lutut, pendampingan kader, booklet, alat fisioterapi, dan video latihan mandiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

STIKES Panrita Husada Bulukumba membuat Desa SALUT di Desa Bijawang. Mereka mengajak kakek dan nenek belajar tentang lutut. Ada pemeriksaan, senam, dan latihan fisioterapi. Kader kesehatan, PKK, dan pemerintah desa ikut membantu. Lansia dan keluarganya mendapat panduan untuk menjaga lutut dan mengenali osteoartritis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pelibatan kader PKK, kader kesehatan, dan pemerintah desa memberi dasar bagi pendampingan lansia setelah masa pendampingan tim pengabdian berakhir. Materi edukasi, alat fisioterapi, booklet panduan, serta video latihan mandiri juga dapat digunakan berkelanjutan. Rangkaian ini mendukung upaya menjaga kesehatan lutut di Desa Bijawang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - STIKES Panrita Husada Bulukumba menginisiasi program Pengembangan Desa SALUT (Desa Sehat Lansia Bebas Osteoartritis Lutut) sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia di wilayah pedesaan.

Program ini dijalankan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Masyarakat Pemuka (PMP) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026.

1. Respons atas Tingginya Kasus Gangguan Sendi Lutut pada Lansia

STIKES Panrita Husada Bulukumba menginisiasi program Pengembangan Desa SALUT (Desa Sehat Lansia Bebas Osteoartritis Lutut) di Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, 30 Juli 2026. Dok. Istimewa

Program ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kasus gangguan sendi lutut pada kelompok lanjut usia yang berdampak pada menurunnya kemampuan mobilitas, produktivitas, dan kemandirian lansia. Osteoartritis lutut merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling banyak ditemukan pada lansia dan menjadi penyebab utama nyeri serta keterbatasan aktivitas sehari-hari.

Ketua tim pelaksana, Irma Suryani, menjelaskan bahwa Desa SALUT dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan lansia yang mengintegrasikan edukasi, skrining kesehatan, latihan fisioterapi, serta penguatan kapasitas kader kesehatan desa.

“Melalui Desa SALUT, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa kesehatan lutut dapat dijaga sejak dini melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik yang tepat, serta deteksi dini faktor risiko osteoartritis,” ujar Irma dalam rilis pers yang diterima IDN Times, Rabu (9/9/2026).

2. Desa Bijawang Jadi Lokasi Percontohan

STIKES Panrita Husada Bulukumba menginisiasi program Pengembangan Desa SALUT (Desa Sehat Lansia Bebas Osteoartritis Lutut) di Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, 30 Juli 2026. Dok. Istimewa

Program ini diawali dengan survei dan pemetaan kondisi kesehatan lansia di Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Hasil identifikasi menunjukkan masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai osteoartritis lutut, serta minimnya layanan kesehatan yang berfokus pada kesehatan sendi lansia.

Menjawab persoalan itu, tim pengabdian yang terdiri dari tiga dosen dan dua mahasiswa berkolaborasi melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan lutut, pelatihan fisioterapi osteoartritis, senam lutut lansia, serta pendampingan kader kesehatan selama tiga kali pada 15, 29, dan 30 Juli 2026. Masyarakat juga diberikan media edukasi berupa booklet panduan, alat fisioterapi, dan video panduan latihan mandiri yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Kegiatan penyuluhan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Lansia dan keluarga memperoleh informasi mengenai tanda dan gejala osteoartritis, faktor risiko yang dapat dikendalikan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, latihan fisioterapi osteoartritis (OA) bisa dilakukan secara mandiri oleh lansia menggunakan alat-alat fisioterapi yang telah disediakan. Pelatihan senam kesehatan lutut pun menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati karena memberikan manfaat dalam meningkatkan fleksibilitas sendi dan kekuatan otot.

3. Libatkan Kader PKK hingga Pemerintah Desa

STIKES Panrita Husada Bulukumba menginisiasi program Pengembangan Desa SALUT (Desa Sehat Lansia Bebas Osteoartritis Lutut) di Desa Bijawang

Tidak hanya menyasar lansia, program ini juga melibatkan kader PKK, kader kesehatan, dan pemerintah desa sebagai mitra strategis. Kader kesehatan diberikan pelatihan khusus agar mampu menjadi fasilitator dan pendamping lansia dalam menjaga kesehatan lutut secara berkelanjutan. Dengan demikian, keberlanjutan program tetap dapat terjaga meskipun masa pendampingan tim pengabdian telah berakhir.

Sejalan dengan arah kebijakan pengabdian masyarakat Kemdiktisaintek yang mendorong hadirnya solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, program Desa SALUT diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan lansia yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Program-program pengabdian masyarakat yang didukung DPPM Kemdiktisaintek memang diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui pengembangan Desa SALUT, STIKES Panrita Husada Bulukumba tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan kesehatan lansia, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat. Ke depan, program ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya desa ramah lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif, serta bebas dari dampak disabilitas akibat osteoartritis lutut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article