Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekprov Sulsel Sebut Sudah Berkali-kali Ingatkan ASN Jaga Netralitas
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, Senin (30/9/2024). IDN Times/Ashrawi Muin
  • Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan pentingnya netralitas ASN selama Pilkada.
  • ASN dilarang memamerkan dukungan politik di luar bilik suara untuk menghindari indikasi tidak netral.
  • Jufri menyerahkan penelusuran kasus ASN kepada Bawaslu dan siap tindaklanjuti rekomendasinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyatakan pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga netralitas selama Pilkada. Bahkan dalam setiap kesempatan, soal netralitas ASN selalu diingatkan.

Hal ini disampaikan Jufri menanggapi kasus tiga orang ASN Pemprov Sulsel yang memamerkan kartu nama pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi. Hal ini diindikasikan sebagai sikap tidak netral sebagai ASN.

"Sudah berkali-kali Pak Gubernur di setiap kesempatan minta jaga netralitas ASN, sudah bikin surat edaran, setiap apel, tadi pagi lagi diingatkan saat apel virtual bahwa ASN harus netral," kata Jufri saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (30/9/2024).

1. Ingatkan kepada seluruh ASN Pemprov Sulsel agar tidak terindikasi politik

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, Senin (30/9/2024). IDN Times/Ashrawi Muin

Jufri kembali mengingatkan kepada seluruh ASN Pemprov Sulsel agar tidak terindikasi politik. Dia mempersilakan ASN menyampaikan hak politiknya tapi hanya di bilik suara.

"Jangan diekspresikan di luar karena bisa dianggap itu mengkampanyekan atau mempengaruhi salah satu pasangan. Kan dilarang, ada peraturan KPU terkait itu," kata Jufri.

2. Pose jari dan warna kerap identik dengan paslon tertentu

Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman, menyambangi warga di Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sabtu (28/9/2024). (Dok. Istimewa)

Dia juga menyampaikan bahwa dalam Pilkada biasanya identik dengan pose jari atau warna yang merujuk kepada paslon tertentu. Hal ini yang kadang luput sehingga bisa ditafsirkan mendukung paslon tertentu.

"Makanya saya kasih tahu tadi teman-teman jangan berfoto saranghaeyo atau apa karena itu gampang diinterpretasikan. Kalau tidak ada Pilkada terserah mau bagaimana. Kalau pilkada, warna baju saja bisa ditafsirkan lain mau pakai baju biru, merah, atau putih," kata Jufri.

3. Pemprov hanya tunggu hasil pemeriksaan Bawaslu

Ilustrasi Pilkada serentak. (IDN Times/Mardya Shakti)

Terkait kasus ASN yang pamer kartu nama ini, Jufri menyerahkan pemeriksaan dan penelusuran kepada Bawaslu. Pihaknya hanya menunggu hasil pemeriksaan.

"Kalau ada rekomendasinya Bawaslu bahwa dibeginikan dan itu masuk wilayahnya kewenangan pemerintah provinsi, kita tindaklanjuti," kata Jufri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article