Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sekolah di Sulsel Tidak Boleh Paksa Siswa Vaksinasi untuk Ikut PTM
ilustrasi Vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Herka Yanis).

Makassar, IDN Times - Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan mengingatkan semua sekolah agar tidak memaksa peserta didik untuk divaksinasi. Hal ini menanggapi kasus seorang siswa di Bulukumba yang langsung drop lima menit setelah divaksinasi.

FS, siswa kelas XII SMA Negeri 2 Tanete, Kabupaten Bulukumba memiliki penyakit lupus. Namun dia terpaksa ikut vaksinasi karena tak bisa ikut PTM jika tidak divaksinasi.

"Sekolah tidak boleh memaksa siswa vaksin jika secara media tidak dimungkinkan untuk divaksin berdasarkan pertimbangan dari dokter," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Imran Jausi, saat dihubungi IDN Times, Jumat (7/1/2021).

1. Disdik akan klarifikasi ke pihak sekolah

(Ilustrasi aktivitas sekolah) ANTARA FOTO/Maulana Surya

Pihak sekolah disebut tak memberikan keringanan kepada FS agar tak perlu divaksinasi karena penyakitnya. Imran menegaskan pihaknya akan meminta penjelasan ke pihak sekolah tersebut apakah benar ada kewajiban vaksinasi bagi siswa. 

"Tentunya kami akan minta klarifikasi ke Kepsek SMK 2 Bulukumba, dan melakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak berulang," katanya.

2. Perlu ada kebijakan khusus bagi siswa yang tak bisa vaksinasi

Ilustrasi belajar mengenai kalimat imperatif (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Selanjutnya, Disdik akan mengkaji kebijakan khusus bagi siswa yang tidak bisa divaksinasi karena kondisi kesehatannya. Apalagi sekolah-sekolah di Sulsel juga tengah bersiap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen.

"Kami akan berkonsultasi dulu dengan dokter dan Satgas COVID-19 di masing-masing daerah," katanya.

3. PTM ditentukan level PPKM

Default Image IDN

Sejak awal, Disdik Sulsel telah menyatakan bahwa vaksinasi bukan syarat utama bagi siswa untuk ikut PTM. Hal terpenting adalah izin orangtua dan kondisi PPKM suatu daerah.

Imran menyatakan PTM 100 persen bergantung pada level PPKM tiap daerah. Sejauh ini, sekolah-sekolah pada umumnya memang telah menerapkan PTM terbatas di mana siswa masuk kelas secara bergantian. 

"Nah, kalau ada indikator PPKM Level 1,2,3,4 itu tetap kita patuhi. Karena itu kan masuk dalam wilayah-wilayah setiap daerah beda ya. Tapi bagi yang memungkinkan saya rasa sudah saatnya untuk PTM full. Tidak perlu lagi terbatas," katanya.

Editorial Team

Related Article