Pihak keluarga korban KM Ladang Pertiwi 2, Imran (memakai songkok Bone) saat melapor ke Posko Paotere, Rabu (1/6/2022) Dahrul Amri/IDN Times Sulsel
Pencarian korban di hari ke lima ini masih berjalan. Dari diperkirakan 50 orang yang ikut di KM Ladang Pertiwi 2, sebanyak 32 orang sudah ditemukan, dan satu di antaranya meninggal. Sementara 18 orang masih dalam pencarian tim SAR.
Salah satu keluarga korban, Imran saat melapor ke Posko Basarnas di Pelabuhan Paotere mengatakan, ada 11 penumpang di KM Ladang Pertiwi 2 belum diketahui. Para korban ini merupakan satu keluarga.
"Istri saya Nur Faridah, dia mau ke pulau Pamantauang karena mertua saya di sana. Dia itu ke sana dalam rangka 14 hari mertua meninggal," kata Imran.
Maksud kedatangan Imran ke Posko di Paotere Makassar untuk melaporkan 11 nama anggota keluarga yang ikut di KM Ladang Pertiwi 2. Tapi Imran mengaku hanya bisa melapor lima ciri-ciri yang dia ketahui.
"Walaupun ada hubungan keluarga tapi kita tidak tinggal satu rumah. Saya melaporkan (ciri-ciri) itu yang satu rumah dengan kita, takut datanya salah," dia menjelaskan.
"Terakhir itu saya komunikasi dengan istri saya hari Rabu malam Kamis, jam lima sore sebelum berangkat. Dia yang berangkat ke Pamantauang duluan karena saya masih ada kegiatan di makassar," tambah Imran.
Diketahui, KM Ladang Pertiwi 02 berlayar dari Pelabuhan Paotere Makassar hendak menuju ke beberapa pulau di Pangkep, yaitu Pulau Pemantauanh, Masalima, Saliriang, dan Pamalikanh. Tapi kapal mengalami kecelakaan dan tenggelam dalam pelayaraan.