Sadap soal Video Viral Bagi-bagi Uang di Makassar: Itu Sedekah

Makassar, IDN Times - Calon legislatif DPR RI daerah pemilihan Sulawesi SelatanI Syarifuddin Daeng Punna angkat bicara soal viral videonya bagi-bagi uang di Pantai Losari Makassar. Caleg asal Partai Demokrat itu membenarkan video yang beredar direkam pada Sabtu malam (3/2/2024).
Meski membenarkan video yang beredar, Sadap -sapaan Syarifuddin- membantah itu terkait politik uang. Dia menyebut dirinya sedang bersedekah.
"Jadi yang menilai pelanggaran itu mereka belum tahu, cuman kulitnya saja, itu saya bersedakah dan itu selalu saya lakukan," ungkap Syarifuddin, Senin malam (5/2/2024).
1. Syarifuddin: saya tidak kampanye dan money politic, itu dosa besar

Sadap menyatakan kegiatan bagi-bagi uang tidak terkait aktivitas kampanye. Saat video direkam, juga tidak ada alat peraga kampanye.
"Seandainya saya bawa alat peraga saya bilang pilih saya, ini kan saya sampaikan bahwa ingat kalian jangan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, diberikan uang baru pilih dia, hindari money politic, itu dosa besar," terangnya.
"Saya sampaikan, kalau uang yang saya kasih ini dan kamu pilih Sadap, jangan kalian dukung saya. Kau harus bersumpah jangan dukung, itu dosa besar," lanjut Syarifuddin.
2. Siap klarifikasi jika dipanggil Bawaslu

Sadap mengatakan, dia siap menghadapi jika ada yang melaporkannya ke Bawaslu. Dia juga bersedia datang untuk dimintai klarifikasi.
"Jadi saya tegaskan ini bukan politik uang, dan itu ada rekaman. Kalau ada yang mau melapor malah saya dukung silahkan lapor karena belum tahu ceritanya," kata dia.
Sadap menambahkan, dia akan terus berkeliling ke beberapa titik untuk mencari orang yang membutuhkan bantuannya. "(Kemarin) uangnya sekitar Rp100 juta," kata Syarifuddin.
3. Bawaslu Sulsel mengkaji video caleg DPR RI bagi-bagi uang

Sebelumnya Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli menyatakan pihaknya akan lebih dulu mempelajari video yang beredar. Belum ada penjelasan soal dugaan politik uang.
"Kami baru terima laporan dan mendalami dulu. Kami ada kajian, tidak serta merta itu memberikan penjelasan," kata Mardiana.



















