Wapres Gibran Kunjungi Sulut, Ingatkan Bonus Demografi

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Sulawesi Utara dan memuji keberhasilan provinsi ini.
Gibran mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi bonus demografi 2030–2045.
Gibran menekankan agar generasi muda terus meningkatkan kapasitas diri.
- Wapres Gibran mengunjungi Sulawesi Utara dan memuji keberhasilan provinsi ini menekan angka kemiskinan, stunting, serta pengangguran dengan capaian penurunan di tiga sektor utama.
- Dalam acara kepemudaan GPdI Sulut 2026, Gibran mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi bonus demografi 2030–2045 ketika mayoritas penduduk Indonesia berada di usia produktif.
- Gibran menekankan agar generasi muda memperkuat kemampuan teknis, karakter, dan rasa cinta tanah air sambil menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan atau kabar bohong.
Manado, IDN Times - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Sulawesi Utara, Senin (29/6/2026). Ia tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, sekitar pukul 15.30 WITA.
Setelahnya, ia langsung menuju Desa Pinilih, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, untuk menghadiri pembukaan Perkemahan Regional Pemuda dan Remaja Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Sulut tahun 2026. Dalam acara tersebut Gibran menyebut bahwa Sulut berhasil menekan angka kemiskinan, stunting, hingga pengangguran terbuka.
"Sulut mendapatkan berbagai penghargaan, salah satunya sebagai provinsi terbaik dalam penanganan kemiskinan dan stunting di regional Sulawesi," tutur Gibran yang disambut tepuk tangan.
1. Rincian penurunan

Gibran pun merinci penurunan angka pada ketiga sektor tersebut. Pada Maret 2025, angka kemiskinan di Sulut berhasil ditekan dari 6,71% menjadi 6,62%. Sedangkan prevalensi stunting turun dari 21,2% menjadi 20,8%.
"Lalu pengangguran terbuka juga turun dari 6,03% menjadi 5,75%. Selamat kepada Pak Gubernur," tuturnya.
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, pun merespons pujian tersebut. "Kami juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Presiden di Sulawesi Utara," tuturnya.
2. Ingatkan bonus demografi

Dalam acara ini, Gibran juga mengingatkan bonus demografi yang diprediksi terjadi pada 2030-2045. Hal ini selalu ia ingatkan ke masyarakat ketika datang ke acara kepemudaan.
Saat bonus demografi terjadi lebih dari 68% penduduk Indonesia berada di usia produktif. Hal ini hanya akan terjadi 1 kali.
"Maka saya titpkan kepada bapak pendeta, ibu pendeta, pak gubernur, dan pak bupati," tambahnya.
3. Anak muda harus siap

Untuk menghadapi bonus demografi tersebut, Gibran juga memperingatkan agar anak muda terus meningkatkan kapasitas diri. Hal itu mencakup kapabilitas, kemampuan teknis, keimanan, karakter, dan kecintaan terhadap tanah air.
Gibran juga memperingatkan bahwa anak muda perlu menjaga persatuan dan perdamaian. "Jangan jadikan perbedaan sebagai pemecah belah, jangan mudah terprovokasi, dan jangan mudah percaya kabar bohong," sambungnya.
Kunjungan Gibran kali ini juga mendapat sambutan baik dari Bupati Minut, Joune Ganda. "Tentunya kami berharap beliau senang dan melihat masyarakat Minut ini sangat ramah, dan kondisi kabupatennya sangat baik," kata Joune.


















