Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Gaya Hidup Tak Sehat Penyebab Hipertensi pada Usia Muda

Kota Makassar
8 Gaya Hidup Tak Sehat Penyebab Hipertensi pada Usia Muda
Pexels/Mikhail Nilov
  • Hipertensi kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup modern yang cepat, stres tinggi, dan pola makan tidak sehat.
  • Data Riskesnas 2018 menunjukkan 7,1 persen remaja Indonesia berisiko hipertensi, setara satu dari empat belas orang muda.
  • Ada delapan kebiasaan pemicu hipertensi seperti konsumsi garam dan alkohol berlebihan, kurang tidur, stres kronis, serta minim aktivitas fisik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, kini tidak lagi menjadi masalah kesehatan yang hanya menyerang orang tua. Gaya hidup modern yang serba cepat dan penuh tekanan, ditambah dengan pola makan yang kurang sehat, membuat hipertensi pada usia muda semakin umum terjadi. 

Menurut data Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas) 2018, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia mencapai 7,1 persen. Ini berarti 1 dari 14 remaja di Indonesia berisiko terkena hipertensi.

Hipertensi pada usia muda tak boleh dianggap sepele. Jika tidak dikontrol dengan baik, kondisi ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal di kemudian hari. 

Dirangkum dari Healthline, berikut adalah delapan gaya hidup tak sehat yang dapat meningkatkan risiko hipertensi pada usia muda. Simak, yuk!

  1. 1. Konsumsi garam berlebihan

    Pexels/Castorly Stock
    Pexels/Castorly Stock

    Garam mengandung natrium yang bisa meningkatkan volume darah dan tekanan pada dinding arteri. Konsumsi garam berlebihan, terutama dari makanan olahan dan siap saji, dapat meningkatkan risiko hipertensi. Batasi asupan garam harian Anda maksimal 5 gram (1 sendok teh).

  2. 2. Kurang aktivitas fisik

    Pexels/Karolina Kaboompics
    Pexels/Karolina Kaboompics

    Kurang bergerak dan berolahraga dapat menyebabkan obesitas, salah satu faktor risiko utama hipertensi. Olahraga teratur selama minimal 30 menit setiap hari bisa membantu mengontrol berat badan dan menurunkan tekanan darah.

  3. 3. Kebiasaan merokok

    Pexels/David Taljat
    Pexels/David Taljat

    Nikotin dan zat kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Merokok juga bisa memperparah kondisi hipertensi yang sudah ada.

  4. 4. Konsumsi alkohol berlebihan

    Pexels/Elevate
    Pexels/Elevate

    Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah secara sementara dan mengganggu sistem pengaturan tekanan darah dalam tubuh. Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi.

  5. 5. Pola makan kurang sehat

    Pexels/Polina Tankilevitch
    Pexels/Polina Tankilevitch

    Pola makan yang tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kolesterol LDL yang tinggi bisa menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

  6. 6. Kurang tidur

    Pexels/Cottonbro Studio
    Pexels/Cottonbro Studio

    Kurang tidur atau insomnia bisa mengganggu sistem hormonal yang mengatur tekanan darah. Orang dewasa membutuhkan tidur 7-8 jam setiap malam.

  7. 7. Konsumsi kafein berlebihan

    Pexels/Anselmo Machado
    Pexels/Anselmo Machado

    Kafein dalam kopi, teh, dan minuman energi bisa meningkatkan tekanan darah secara sementara. Konsumsi kafein berlebihan, terutama pada orang yang sensitif, dapat meningkatkan risiko hipertensi.

  8. 8. Stress berkepanjangan

    Pexels/Andrea Piacquadio
    Pexels/Andrea Piacquadio

    Stres kronis dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol, yang bisa meningkatkan tekanan darah. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengelola stres.

    Mencegah hipertensi pada usia muda lebih mudah daripada mengobatinya. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, Anda bisa terhindar dari risiko hipertensi dan menjaga kesehatan jantung untuk masa depan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More