Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Lolos SMP Negeri? Pemkot Makassar Siapkan 55 SMP Swasta Gratis

Tak Lolos SMP Negeri? Pemkot Makassar Siapkan 55 SMP Swasta Gratis
Ilustrasi SMP. (IDN Times/Daruwaskita)
Intinya Sih
  • Pemkot Makassar menanggung penuh biaya pendidikan bagi siswa yang tidak lolos seleksi SMP negeri melalui program sekolah swasta gratis pada SPMB 2026.
  • Sebanyak 55 SMP swasta resmi bergabung dalam program ini untuk menampung peserta didik dan memperluas akses pendidikan tanpa biaya tambahan.
  • Wali Kota Munafri menegaskan kemitraan antara sekolah negeri dan swasta guna memastikan semua anak mendapat layanan pendidikan setara di Kota Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar memastikan calon peserta didik yang tidak lolos seleksi SMP negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Sebanyak 55 SMP swasta telah bergabung dalam program sekolah gratis yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung pemerintah.

Program tersebut disiapkan sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Pemkot berharap tidak ada anak usia sekolah di Makassar yang kehilangan hak memperoleh pendidikan hanya karena tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri.

1. Pemkot tanggung biaya sekolah siswa yang tidak lolos SMP negeri

Seorang pejabat berseragam cokelat memberi sambutan di podium dengan latar layar bertuliskan APEC Child Health Workshop Makassar 2026.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberi sambutan dalam Workshop APEC Pengelolaan Kesehatan Anak di The Rinra Hotel, Selasa (20/1/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Pemkot menggandeng 55 sekolah swasta dalam pelaksanaan SPMB 2026. Sekolah-sekolah tersebut akan menerima peserta didik yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri.

"Seluruh biaya pendidikan siswa yang mengikuti masuk di Sekolah Swasta, itu akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Makassar," kata Munafri, Senin (29/6/2026).

Menurut Munafri, program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin setiap anak tetap memperoleh hak atas pendidikan. Kebijakan itu juga menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

"Kami ingin sekolah-sekolah swasta juga bertumbuh. Karena itu anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri akan kami distribusikan ke sekolah swasta," katanya.

2. Sebanyak 55 SMP swasta siap menerima siswa

Ilustrasi sekolah. (IDN Times/ Anjas Pratama)
Ilustrasi sekolah. (IDN Times/ Anjas Pratama)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan hingga saat ini sudah ada 55 SMP swasta yang resmi bergabung dalam program tersebut. Jumlah itu merupakan bagian dari sekolah swasta yang dipersiapkan Pemkot untuk mendukung pelaksanaan SPMB 2026.

"Tahun 2026 ini sekolah swasta ikut mengakomodasi anak-anak kita dan itu tidak berbayar. Seluruh biayanya ditanggung Pemerintah Kota Makassar," kata Achi.

Menurut Achi, keterlibatan sekolah swasta menjadi solusi bagi wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sekolah negeri. Peserta didik juga dapat memilih sekolah swasta mitra melalui pilihan sekolah pada sistem SPMB.

"Keterlibatan sekolah swasta justru memperkuat sistem pendidikan di Kota Makassar," katanya. 

3. Program diharapkan perluas akses pendidikan

Ilustrasi pendidikan. Senin (27/1/2025). Desain (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pendidikan. Senin (27/1/2025). Desain (IDN Times/Aditya Pratama)

Munafri menegaskan sekolah negeri dan sekolah swasta harus dipandang sebagai mitra dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pihaknya juga ingin menghapus anggapan adanya perbedaan kualitas layanan antara kedua jenis sekolah tersebut.

"Semua anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang sama, di mana pun mereka bersekolah," tegas Munafri.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More