Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rudenim Makassar Deportasi WNA Berkewarganegaraan Ganda

Kota Makassar
Rudenim Makassar Deportasi WNA Berkewarganegaraan Ganda
Rudenim Makassar mendeportasi seorang WNA dengan kewarganegaraan ganda karena melewati izin tinggal di Indonesia. (Dok. Rudenim Makassar)
Share Article

Makassar, IDN Times - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar mendeportasi DA, 53 tahun, seorang warga negara asing (WNA) dengan kewarganegaraan ganda Australia-Swiss. Alasannya karena dia melanggar aturan izin tinggal di Indonesia.

DA dideportasi ke Australia dengan diterbangkan dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (21/3/2024).

  1. 1. DA melanggar izin tinggal selama 1.409 hari

    Potret tempat pelayanan keimigrasian di bandara (imigrasi.go.id)
    Potret tempat pelayanan keimigrasian di bandara (imigrasi.go.id)

    Dalam keterangannya, Rudenim Makassar menerangkan bahwa DA dideportasi karena melanggar aturan tentang izin tinggal sesuai Pasal 78 UU No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dalam aturan itu, deportasi berlaku bagi WNA yang melebihi izin tinggal selama 60 hari.

    DA ditangkap pada Kamis, 22 Februari 2024 di Halmahera oleh petugas imigrasi Tobelo yang bekerja sama dengan polsek setempat setelah mendapatkan informasi dari unit orang asing (OA). Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa DA telah melebihi izin tinggal di Indonesia selama 1.409 hari. DA kemudian dibawa ke Kanim Tobelo untuk didetensi.

  2. 2. WNA dipulangkan melalui Bali menuju Australia

    ilustrasi bandara. (dok. Angkasa Pura I)
    ilustrasi bandara. (dok. Angkasa Pura I)

    Karena masalah kesehatan, DA dipindahkan dari Kanim Tobelo ke Rudenim Makassar. Dia mendapatkan penanganan medis yang lebih baik dan sekaligus menunggu proses pemulangan ke negara asalnya.

    Pada Kamis, 21 Maret 2024, DA dideportasi dengan dikawal oleh dua orang petugas Rudenim Makassar dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju I Gusti Ngurah Rai International Airport di Bali. Dari sana, DA akan melanjutkan penerbangannya menuju Bandara Udara International Adelaide di Australia.

  3. 3. WNA diingatkan mematuhi aturan berlaku

    ilustrasi penangkapan (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
    ilustrasi penangkapan (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

    Kepala Rudenim Makassar, Atang Kuswana, mengatakan bahwa deportasi ini merupakan upaya untuk menegakkan aturan keimigrasian di Indonesia. Ia juga mengimbau kepada seluruh WNA yang berada di Indonesia untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

    "Kami tidak mentoleransi pelanggaran aturan keimigrasian. Bagi WNA yang melanggar, akan dikenakan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Atang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More