Ketua P2TP2A Makassar Tenri A Palallo. IDN Times/Sahrul Ramadan
Karena kondisi keuangan keluarga LL terbatas, mereka sempat kebingungan ingin minta bantuan ke siapa. Karena kedekatan emosional, kakak LL kemudian bercerita semua persoalan itu ke Lukman. "Akhirnya saya lihat semua isi percakapannya di chat, di WhatsApp sampai perbincangan semua itu saya screenshot dan print sebagai bukti," ucap Lukman.
Keluarga LL diminta oleh ketiga perempuan ini agar tidak melapor ke polisi. Mereka ditakut-takuti dengan ancaman nyawa. Lukman kemudian berinisiatif agar mengadu ke P2TP2A agar didampingi secara hukum. Sorea tadi, LL dan Lukman mendatangi P2TP2A. Lukman menyertakan seluruh bukti percakapan tiga perempuan tersebut dengan LL. Bukti lainnya yaitu berkas pembuatan KK baru untuk LL sampai tiket pesawat dengan jadwal keberangkatan pada Kamis, pagi tadi.
Ketua P2TP2A Makassar, Tenri A Palallo menyatakan, kasus ini mengarah ke perbuatan pidana perdagangan manusia. Khususnya yang melibatkan perempuan sebagai objeknya.
"Kasus ini jelas perdagangan manusia. Dari motif cerita dan kronologis kemudian bukti yang kami terima dan keterangan korban sekaligus saksi. Apalagi keluarganya masih trauma dan kebingungan harus berbuat apa," ungkap Tenri saat ditemui di kantornya.
Tenri mengatakan, pihaknya sementara berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Makassar untuk mengungkap kasus ini. Sore ini, kata Tenri, kasus ini akan dilaporkan resmi ke kepolisian. Sementara LL, kata Tenri, sementara menjalani pemulihan di rumah aman P2TP2A Makassar.
Khusus untuk keluarga korban, lanjut Tenri, akan didampingi untuk membuat laporan resmi ke polisi. Tenri berkomitmen untuk mengawal kasus ini bersama kepolisian agar terungkap. "Ini bisa saya pastikan perdagangan manusianya. Saya tidak ragu. Makanya saya dan keluarga korban segera melapor resmi. Ini keterlaluan," tegas Tenri.