Pj Wali Kota Makassar meninjau pusat distribusi sembako di gudang KIMA, Minggu (19/4). Humas Pemkot Makassar
Menurut Ichsan, pertimbangan lain yang mesti dipikirkan secara matang, karena Sulsel sebagai salah satu daerah di Indonesia yang menjadi penyangga pangan skala nasional. Sehingga, wacana penerapan PSBB dianggap tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Tentu ini harus dipertimbangkan dalam sisi ekonomi juga," ucap Ichsan.
Begitu pun beragam faktor lain yang dianggap kurang begitu mendukung dan belum memenuhi persyaratan. Seperti, daerah penyebaran wabah COVID-19 yang belum merata. Ichsan menyebut, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya empat daerah yang mendominasi tingkat penyebaran masif.
Yakni Kota Makassar sebagai daerah yang paling mendominasi, disusul Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Luwu Utara. Terpenting dari wacana PSBB, lanjut Ichsan, lebih kepada metode penanganan dan pengendaliannya.
"Yang paling penting itu (daerah) episentrum ini yang kita harus kendalikan. Makassar, Maros, Gowa dan Lutim. Itu yang harus menjadi fokus ke depan," imbuh Kepala Dinkes Sulsel ini.