Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PSBB Makassar, Pemantauan OTG Dianggap Belum Maksimal

PSBB Makassar, Pemantauan OTG Dianggap Belum Maksimal
Suasana rapid test di Makassar, Kamis (23/4). Humas Pemkot Makassar
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar merencanakan perpanjangan pembatasasan sosial berskala besar (PSBB). Pemkot menyadari masih banyak kekurangan yang mesti dibenahi dalam PSBB tahap pertama, yang berlangsung sejak 24 April hingga Kamis (7/5) besok.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Makassar Ismail Hajiali mengatakan, salah satu kelengahan pada fase awal PSBB adalah kurangnya pengawasan terhadap orang tanpa gejala (OTG). Itu yang menjadi salah satu alasan Pemkot mengusulkan perpanjangan PSBB.

"Yang kita khawatirkan OTG ini yang sampai saat ini yang masih perlu dilakukan pemantauan maupun tingkat kesadarannya," kata Ismail, Selasa (5/5).

1. Penurunan kasus COVID-19 di Makassar belum signifikan

Penyemprotan disinfektan di Kota Makassar. IDN Times/Pemkot Makassar
Penyemprotan disinfektan di Kota Makassar. IDN Times/Pemkot Makassar

Per Selasa (5/5) kemarin, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Makassar mencapai 964 orang. Selain itu pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat 428 orang, dan yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 421 kasus.

Menurut Ismail, sepanjang peneperapan PSBB di Makassar, angka penurunan kasus baru COVID-19 belum signifikan. Belum mampu meredam penyebaran virus corona sesuai target pemerintah.

Persoalan OTG dianggap mencemaskan, sebab belum terpantau secara maksimal. Padahal penyebaran virus corona banyak melalui transmisi lokal.

"OTG ini, siapa yang tahu kalau dia pernah melakukan interaksi. Siapa yang tahu kalau dia pernah kontak dengan orang positif. Ini semua yang akan kita rampungkan, kita perbaiki nanti," ujar Ismail.

2. Hanya satu dari tiga indikator yang terpenuhi pada PSBB Makassar

Penyemprotan disinfektan di Kota Makassar. IDN Times/Pemkot Makassar
Penyemprotan disinfektan di Kota Makassar. IDN Times/Pemkot Makassar

Ismail mengakui bahwa pada pelaksanaan PSBB Makasssar sejauh ini, hanya ada satu dari tiga indikator yang yang mampu dicapai. Yakni upaya membatasi pergerakan atau aktivitas orang.

Dua indikator lain, yakni kesadaran masyarakat untuk menerapkan jaga jarak fisik dan penurunan kasus baru COVID-19, belum tercapai.

"Jadi kalau merujuk dalam data-data dan persentase sebaran itu, kemungkinan akan ada PSBB jilid II," ucapnya.

3. Dinkes Sulsel dukung PSBB Makassar diperpanjang

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari saat memberikan keterangan pers melalui sambungan Zoom, Rabu (1/4). IDN Times/Istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari saat memberikan keterangan pers melalui sambungan Zoom, Rabu (1/4). IDN Times/Istimewa

Dinas Kesehatan Sulsel mendorong agar Pemkot Makassar dapat memperpanjang peneran PSBB. Kepala Dinkes Sulsel Ichsan Mustari berpendapat, selama hampir dua pekan, pelaksanaan PSBB di Makassar belum menunjukan hasil maksimal.

"Di fase kedua kita tentu akan melihat naik tidaknya jumlah pasien," ujar Ichsan dalam video konferensi bersama jurnalis, Selasa (5/5) malam tadi.

Ichsan juga menilai hanya satu dari tiga target yang tercapai pada PSBB Makassar. Target lainnya diharapkan bisa tercapai pada fase kedua.

"Jika masuk fase kedua nanti, barangkali itu bisa jadi fokus kita untuk kemudian diselesaikan hingga PSBB ini benar-benar dirasakan dampak positifnya," ungkap Ichsan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sahrul Ramadan
EditorSahrul Ramadan

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Tak Larang Jemaah Berhias Saat Pulang Haji, PPIH Makassar: Itu Budaya

04 Jun 2026, 09:45 WIBNews