Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Progres Jalan Hertasning Hampir Rampung, Pengerjaan Lanjut ke Aroepala
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Andi Ihsan. IDN Times/Asrhawi Muin
  • Pemerintah Provinsi Sulsel hampir menuntaskan overlay Jalan Hertasning dan kini fokus melanjutkan pengerjaan ke ruas Jalan Aroepala di Makassar.
  • Rekayasa lalu lintas diterapkan dengan menggeser waktu kerja ke malam hari untuk menghindari kemacetan di jalur strategis Hertasning-Aroepala yang padat kendaraan.
  • Selain itu, perbaikan drainase di Jalan Tun Abdul Razak menjadi prioritas sebelum pengaspalan, sementara faktor cuaca diperhatikan agar kualitas aspal tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pengerjaan ruas Jalan Hertasning di Kota Makassar menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyebut proses pelapisan ulang atau overlay pada sisi kiri dan kanan jalan tersebut hampir rampung.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa saat ini fokus pekerjaan mulai bergeser. Pengerjaan lanjutan berlangsung di ruas Jalan Aroepala.

"Kalau sekarang kondisinya dalam progres. Sekarang kurang lebih untuk Hertasning progresnya untuk kiri kanan itu sudah overlay semua, sudah selesai. Kemudian di bagian sekarang lagi diproses itu ada Aroepala," kata Andi Ihsan, Selasa (17/3/2026).

1. Rekayasa lalu lintas diterapkan

Kondisi Jalan Hertasning-Aroepala (perbatasan Makassar-Gowa) yang telah lama rusak dan padat lalu lintas, Selasa (7/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Ruas Jalan Hertasning-Aroepala merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa. Tingginya volume kendaraan di kawasan tersebut membuat pengerjaan harus disertai pengaturan lalu lintas yang ketat.

Andi Ihsan menyebut rekayasa lalu lintas diterapkan dengan menggeser waktu pengerjaan ke malam hari. Langkah ini ditempuh untuk menghindari kemacetan parah yang kerap terjadi pada pagi dan sore hari.

"Rekayasa lalu lintas dilakukan sampai malam. Biasanya karena ada kan berapa paving itu yang harus dikerok. Kalau siang tidak bisa, pasti macet jadinya. Kalau malam baru dikerok, ditambal, kemudian overlay," katanya.

2. Prioritas perbaikan drainase di Jalan Tun Abdul Razak

Kondisi Jalan Hertasning-Aroepala (perbatasan Makassar-Gowa) yang telah lama rusak dan padat lalu lintas, Selasa (7/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Selain di Hertasning dan Aroepala, pengerjaan juga berlangsung di ruas Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa. Pada ruas ini, Pemprov memprioritaskan perbaikan sistem drainase sebelum masuk ke tahap pengaspalan.

Jalan ini merupakan lanjutan dari Jalan Hertasning. Ruasnya membentang dari perbatasan Makassar-Gowa menuju arah Samata.

"Di Tun Abdul Razak itu penggunaan utama yang kita lakukan adalah perbaikan drainase dulu sebelum masuk ke program mayornya, aspalnya. Karena di Tun Abdul Razak itu siklus drainasenya banyak yang tidak terkoneksi jadi hal itu yang perlu kita benahi secara umum," kata Andi Ihsan.

3. Faktor cuaca jadi pertimbangan pengerjaan

ilustrasi hujan. (IDN Times/Febriana Sinta)

Andi Ihsan mengatakan faktor cuaca juga menjadi pertimbangan dalam pengerjaan jalan. Curah hujan yang tinggi dinilai dapat memengaruhi kualitas aspal jika pekerjaan dipaksakan.

"Faktor cuaca juga. Makanya pada saat banyak disoroti kita masalah itu kan tidak bisa optimal pengaspalannya. Aspal kan sangat sensitif dengan air. Kita bisa lakukan tapi takutnya kualitas juga terganggu," katanya.

Pemprov Sulsel berharap pengerjaan ruas Jalan Hertasning-Aroepala dapat segera rampung. Jalan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna di salah satu jalur tersibuk kawasan Mamminasata.

Editorial Team