Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Curah Hujan Tinggi, Pengaspalan Jalan Hertasning Makassar Belum Optimal

Curah Hujan Tinggi, Pengaspalan Jalan Hertasning Makassar Belum Optimal
Kondisi Jalan Hertasning-Aroepala (perbatasan Makassar-Gowa) yang telah lama rusak dan padat lalu lintas, Selasa (7/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)
Intinya Sih
  • Perbaikan Jalan Hertasning-Aroepala Makassar masuk rencana kerja 2026 dan menjadi proyek multiyears yang dikerjakan bertahap sesuai jadwal Dinas Bina Marga Sulsel.
  • Curah hujan tinggi membuat pengaspalan belum maksimal, sehingga fokus sementara dialihkan pada pembangunan drainase agar kualitas jalan lebih tahan lama.
  • Pemerintah memastikan seluruh tahapan pekerjaan rampung tahun 2026 dengan pelaksanaan sesuai standar teknis dan jadwal yang telah ditetapkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, menegaskan bahwa perbaikan Jalan Hertasning-Aroepala sudah masuk dalam rencana kerja tahun anggaran 2026. Pengerjaan jalan ini akan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Jalan Hertasning-Aroepala merupakan salah satu jalur vital penghubung Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Saat ini, ruas jalan tersebut sudah masuk dalam skema Multiyears Project (MYP) dan pengerjaannya dijalankan secara bertahap.

"Artinya tahun ini akan kita kerjakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Desain dan perencanaan teknisnya sudah ada, dan itu yang akan kita bangun. Setelah itu kita melihat lagi situasi di lapangan," kata Ahsan, Selasa (24/2/2026).

1. Pertimbangan cuaca sehingga pengaspalan belum maksimal

Kepala Dinas PU Sulsel.jpeg
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulawesi Selatan, Andi Ihsan

Ahsan menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini menjadi pertimbangan penting dalam pengerjaan di lapangan. Curah hujan yang tinggi membuat pengaspalan belum dapat dijalankan secara maksimal.

"Sekarang situasinya cuaca memang belum memungkinkan untuk pengaspalan. Kita tentu tidak ingin pekerjaan dilakukan tergesa-gesa lalu hasilnya tidak maksimal," kata Ahsan.

2. Difokuskan dulu pada pembangunan drainase

ilustrasi drainase dipinggir jalan (pixabay.com/shimilkenta)
ilustrasi drainase dipinggir jalan (pixabay.com/shimilkenta)

Selain cuaca, DBMBK menekankan bahwa pengerjaan jalan difokuskan dahulu pada pembangunan drainase. Strategi ini bertujuan agar jalan yang diperbaiki memiliki daya tahan yang lebih lama.

"Kita masih fokus pada pekerjaan drainase terlebih dahulu. Setelah drainase selesai, baru dilakukan pengaspalan. Karena kalau diaspal dulu sementara drainase belum ada atau belum optimal, maka kualitas aspal bisa cepat rusak kembali," kata Ahsan. 

Setiap tahapan pekerjaan dirancang sesuai standar teknis. Hal ini bertujuan agar infrastruktur menjadi lebih kuat, aman, dan berkelanjutan.

3. Pengerjaan tetap dipastikan rampung tahun 2026

IMG_20251217_164853.jpg
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, meletakkan batu pertama Penanganan Preservasi Jalan Paket 1 di Jalan Letjen Hertasning, Makassar, Rabu (17/12/2025). IDN Times/Asrhawi Muin

Meski demikian, DBMBK memastikan seluruh pekerjaan di ruas Hertasning-Aroepala akan rampung tahun ini. Semua tahapan pengerjaan akan diselesaikan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

"Intinya semua sudah ada dalam schedule dan akan dikerjakan tahun ini. Kami mohon masyarakat dapat memahami bahwa setiap tahapan dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis agar hasilnya maksimal," kata Ahsan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More