Profil Muhammad Arfan, Gelandang PSM yang Akhiri Puasa Gol 4 Tahun

- Muhammad Arfan, gelandang PSM Makassar, akhiri puasa gol empat tahun lewat laga kontra Borneo FC meski timnya kalah 1-2 di Stadion B.J. Habibie.
- Pemain asli Makassar jebolan akademi PSM ini pernah jadi andalan sejak 2017, bahkan bantu klub menjuarai Piala Indonesia 2018/2019 dan Liga 1 2022/2023.
- Setelah pulih dari cedera lutut panjang, Arfan kembali tampil reguler musim 2025/2026 dan kini berperan penting menjaga performa PSM di papan klasemen.
Makassar, IDN Times - Laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 antara PSM Makassar menjamu Borneo FC Samarinda di Stadion B.J. Habibie, Sabtu (18/4/2026) lalu, menyisakan cerita emosional bagi Muhammad Arfan. Meski tim berjuluk Juku Eja harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-2, gol tunggal yang dicetak Arfan menjadi catatan sejarah personal bagi sang pemain.
Gelandang bertahan kelahiran Makassar ini berhasil pecahkan puasa gol, sekaligus membayar kepercayaan dari caretaker Ahmad Amiruddin. Tak cuma itu, ia bahkan membuktikan bahwa dirinya belum habis setelah pulih dari cedera berat. Berikut profil lengkap Muhammad Arfan seperti dihimpun dari berbagai sumber.
1. Jebolan akademi yang akhirnya sukses menembus tim utama PSM Makassar

Pemain kelahiran Makassar, 28 Januari 1998 ini adalah produk asli binaan akademi PSM Makassar. Bakatnya mulai menonjol saat membela PSM U-21 di ajang ISC U-21 tahun 2016. Pelatih kepala PSM saat itu, Robert Rene Alberts, kemudian mempromosikannya ke tim senior untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2017, saat usianya masih 19 tahun.
Pemain yang akrab disapa Appang ini kerap mengisi satu slot pemain U-23 dalam starting lineup, sesuai kebijakan regulasi. Penampilannya tak mengecewakan, ia bisa menjadi tandem yang pas untuk Marc Klok dan Wiljan Pluim. Berkat konsistensinya, ia berhasil masuk nominasi tiga besar Pemain Muda Terbaik Liga 1 2017 bersama Rezaldi Hehanusa dan Septian David Maulana.
Performa gemilang di tahun pertama langsung membuka jalan menuju level internasional. Di musim yang sama, Arfan mendapatkan panggilan dari pelatih Luis Milla untuk memperkuat Timnas Indonesia level senior dan U-23.
2. Ikut membantu Juku Eja meraih trofi Piala Indonesia 2018/2019 serta Liga 1 2022/2023
Pada periode 2018 hingga 2019, Arfan masih lakoni peran sebagai tandem ideal bagi gelandang asing. Meski harus bersaing ketat di lini tengah, ia menjadi aktor penting yang membawa PSM meraih trofi Piala Indonesia 2018/2019. Arfan turut membuktikan dirinya adalah pemain lokal yang mampu bersaing di level tertinggi. Ini berlanjut hingga musim 2021/2022 yang sulit, di mana dirinya membantu PSM lepas dari mimpi buruk terdegradasi.
Masuk musim 2022/2023, karier pemilik postur 1,7 meter tersebut mencapai puncaknya. Arfan nyaris tak tergantikan di bawah asuhan Bernardo Tavares. Bahkan, ia menjadi salah satu pemain dengan waktu merumput terbanyak, yakni mencapai lebih dari 3.000 menit. Konsistensinya di lini tengah jadi faktor krusial yang mengantar PSM meraih gelar juara Liga 1 musim tersebut, setelah menanti selama 23 tahun.
Pada musim 2023/2024, tanggung jawab Arfan semakin besar. Tak cuma melanjutkan jabatan sebagai wakil kapten tim dan memutus serangan lawan, ia juga didapuk sebagai mentor bagi para pemain muda seperti Ananda Raehan serta Victor Dethan.
3. Akhirnya kembali mencetak gol setelah terakhir melakukannya empat tahun silam

Nahas, pemain berusia 28 tahun tersebut mendapat cedera lutut parah jelang musim 2024/2025. Ini membuatnya absen selama hampir satu tahun. Ia baru benar-benar kembali merumput dengan turun sebagai pemain pengganti pada laga pekan pertama musim 2025/2026, saat PSM menjamu Persijap pada 8 Agustus 2025. Sejak saat itu, Arfan catatkan 10 penampilan, dengan lima diantaranya sebagai starter.
Gol ke gawang Borneo FC bisa dibilang menjadi salah satu titik penting dalam karier Arfan. Ini adalah gol pertamanya setelah menanti selama kurang lebih empat tahun. Terakhir kali pemain bernomor punggung 48 ini mencetak gol adalah pada 1 November 2021, saat PSM menghadapi Persita Tangerang di musim 2021/2022.
Keberhasilan ini sekaligus menggenapkan koleksi golnya menjadi tiga gol. Semuanya dicetak selama hampir satu dekade memperkuat tim senior PSM Makassar, sejak dipromosikan ke tim utama pada tahun 2017.
Kini, Arfan bertugas membantu PSM Makassar menjauh dari papan bawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Apakah ia mampu mengulang keajaiban seperti musim 2021/2022?


















