Makassar, IDN Times - Hujan mulai turun di sejumlah wilayah sekitar Danau Poso, Sulawesi Tengah. Kondisi ini menjadi harapan bagi pemulihan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang masih menghadapi keterbatasan daya akibat menurunnya produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso.
PT PLN (Persero) menyebut curah hujan yang terjadi masih relatif terbatas sehingga belum cukup meningkatkan ketersediaan air untuk mendukung produksi pembangkit. Hingga 4 November 2026, kemampuan pasok PLTA Poso baru mencapai 200 megawatt (MW) dari kondisi normal sebesar 515 MW.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, mengatakan hujan yang mulai turun merupakan perkembangan positif. Namun, dibutuhkan curah hujan yang lebih merata dan berkelanjutan agar kondisi air di Danau Poso kembali meningkat.
"Turunnya hujan tentu menjadi kabar baik dan harapan bagi kita semua. Namun, kita masih membutuhkan curah hujan yang lebih merata dan berkelanjutan agar debit air masuk serta tinggi muka air Danau Poso dapat meningkat. PLN terus berkoordinasi dan melakukan berbagai upaya agar kondisi pasokan listrik dapat berangsur membaik," ujar Didik dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).