Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Bebaskan 8 Pelaku Kericuhan saat Demo di Kantor KPU Sulsel

Polisi Bebaskan 8 Pelaku Kericuhan saat Demo di Kantor KPU Sulsel
Demonstrasi di KPU Sulsel berujung bentrok. IDN Times/Polrestabes Makassar
Share Article

Makassar, IDN Times - Delapan orang demonstran yang ditangkap usai unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Makassar, kini telah dibebaskan. Demonstrasi berujung keributan dengan aparat kepolisian terjadi pada Kamis, 26 November 2020.

"Dipulangkan untuk wajib lapor. Memang sudah digelar (perkara), tapi belum ada (peningkatan) status delapan orang itu. Intinya kasusnya tetap jalan," kata Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriady Idrus kepada jurnalis saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2020).

1. Polisi masih memerlukan beberapa alat bukti tambahan

Mantan Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus. IDN Times/Istimewa
Mantan Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus. IDN Times/Istimewa

Supriady mengatakan, delapan demonstran dipulangkan usai diperiksa dan diambil keterangannya terkait demo berujung bentrok dengan polisi. Demonstran yang ditangkap saat itu, kata Supriady, langsung digiring petugas Unit Jatanras ke Kantor Polrestabes Makassar. "Setelah didalami ada beberapa bukti yang masih diperlukan," ujar Supriady.

Menurut Supriady, mereka yang demo dan membuat keributan di depan kantor KPU karena tidak puas dengan tuntutan yang dilayangkan. Bahkan, menurut Supriady, mereka melempari kantor KPU dengan telur. Supriady pun memastikan penyelidikan tetap berlanjut. "Statusnya juga belum, masih didalami lagi apakah tersangka atau saksi," ujar Supriady.

2. Satu polwan terluka akibat terkena lemparan

Demonstrasi di KPU Sulsel berujung bentrok. IDN Times/Polrestabes Makassar
Demonstrasi di KPU Sulsel berujung bentrok. IDN Times/Polrestabes Makassar

Delapan orang dari demonstran yang ditangkap, tergabung dalam Lembaga Pemantau Pembangunan Sulawesi Selatan (LPSS) dan Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Germak). Mereka berunjuk rasa di KPU Sulsel terkait polemik Pilkada Kabupaten Barru. Awalnya kata Supriady, demonstrasi berjalan dengan tertib.

Namun, karena tak puas dan meminta agar masuk ke dalam kantor KPU, demonstran berupaya mendobrak pagar. Aparat kepolisian yang berjaga saat itu, sempat menenangkan demonstran. Karena tetap ngotot, mereka akhirnya bentrok dengan polisi. Satu polwan saat itu terluka akibat terkena lemparan batu.

3. Masyarakat diimbau jaga keamanan bersama jelang pilkada

Ilustrasi pilkada serentak. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi pilkada serentak. (IDN Times/Mardya Shakti)

Mantan Kapolsek Rappocini, Kota Makassar ini menambahkan, pihaknya akan terus berjaga di objek vital selama masa pilkada. Pengamanan untuk mengantisipasi adanya riak-riak yang mengganggu ketertiban masyarakat. "Antisipasi tetap kita lakukan berdasarkan petunjuk pimpinan," imbuh pria yang akrab disapa Edhy ini.

Edhy menegaskan, akan menindak siapapun yang berupaya memperkeruh kondisi keamanan masyarakat dalam momentum pilkada damai ini. "Penjagaan pengamanan kami dengan surat perintah yang ada. Polrestabes juga sudah berkoordinasi dengan Polda Sulsel dengan penambahan personel terkait situasi yang ada," tegas Edhy.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Sahrul Ramadan
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

28 Mahasiswa Dikabarkan Diancam D.O usai Demo Tolak SPPG di Unhas

13 Jun 2026, 01:50 WIBNews