Polda Sulsel Kerahkan 5.268 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026

- Polda Sulsel menurunkan 5.268 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret.
- Operasi ini melibatkan Polri, TNI, dan instansi terkait dengan pendekatan kemanusiaan serta langkah preemtif dan preventif demi memastikan masyarakat dapat beribadah dan merayakan Idul Fitri dengan aman.
- Sebanyak 108 pos pengamanan disiapkan di titik strategis seperti masjid, tempat wisata, pusat belanja, terminal, pelabuhan, dan bandara guna memperkuat koordinasi lintas
Makassar, IDN Times - Sebanyak 5.268 personel gabungan disiapkan Polda Sulawesi Selatan untuk mengamankan arus mudik hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengamanan tersebut dilakukan melalui Operasi Ketupat 2026 yang akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, pengamanan juga akan diperkuat dengan 108 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah Sulawesi Selatan.
1. Siap hadapi mudik dan perayaan Idul Fitri

Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral 2026 dalam rangka kesiapan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat-2026”, yang digelar di Hotel Harper Makassar.
Rakor tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Nasri, para pejabat utama Polda Sulsel, serta para Kapolres jajaran.
Djuhandhani menjelaskan, rapat koordinasi lintas sektoral ini merupakan tindak lanjut dari rakor tingkat pusat yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat siap menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat selama mudik dan perayaan Idul Fitri.
“Rakor ini bertujuan memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan maksimal dalam pelaksanaan pengamanan selama momentum Idul Fitri,” ujar Djuhandhani dalam keterangan tertulisnya. Minggu (8/3/2026).
2. Personel TNI ikut terlibat operasi ketupat

Ia menambahkan, Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian yang menitikberatkan pada pendekatan kemanusiaan, dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Melalui operasi ini diharapkan masyarakat dapat melaksanakan rangkaian ibadah serta merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat 2026 di wilayah Sulawesi Selatan melibatkan 5.268 personel gabungan. Rinciannya terdiri dari 2.583 personel Polri, 546 personel TNI, serta 2.139 personel dari berbagai instansi terkait.
Ribuan personel tersebut akan disiagakan untuk mengamankan berbagai aktivitas masyarakat selama masa mudik hingga perayaan Idul Fitri.
Selain pengamanan jalur mudik, petugas juga akan melakukan pengawasan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi pusat keramaian masyarakat.
3. Siapkan 108 pos pengamanan

Untuk mendukung pengamanan, Polda Sulsel juga menyiapkan 108 pos pengamanan yang tersebar di berbagai daerah. Pos tersebut terdiri dari 61 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu.
Pos-pos tersebut akan ditempatkan di sejumlah lokasi strategis seperti masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, dan bandara.
Djuhandhani berharap melalui rakor lintas
sektoral ini seluruh pihak dapat memperkuat sinergi agar pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan aman dan lancar.
“Saya berharap melalui rapat koordinasi ini kita dapat menyatukan persepsi serta memberikan masukan terkait langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan sehingga dapat mensukseskan operasi yang segera kita gelarkan,” tandasnya.


















