Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pimpinan Rumah Tahfiz di Gowa Cabuli 3 Santri di Bawah Umur 

Pimpinan Rumah Tahfiz di Gowa Cabuli 3 Santri di Bawah Umur
Ferry Syarwan (28) saat dihadirkan di Kantor Polres Gowa, Sulsel, Rabu (22/1/2025) / (Foto : Istimewa)
Share Article

Makassar, IDN Times - Ferry Syarwan (28), seorang pimpinan Yayasan Rumah Tahfidz Al-Fatih di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi terkait kasus kekerasan seksual. Dia dilaporkan mencabuli tiga santrinya yang masih di bawah umur.

Perbuatan ini dilakukan sejak Juni 2024 lalu dan kini terungkap setelah adanya laporan dari orang tua korban ke Polres Gowa. 

1. Pelaku juga bertindak sebagai guru

Ferry Syarwan (28) saat dihadirkan di Kantor Polres Gowa, Sulsel, Rabu (22/1/2025) / (Foto : Istimewa)
Ferry Syarwan (28) saat dihadirkan di Kantor Polres Gowa, Sulsel, Rabu (22/1/2025) / (Foto : Istimewa)

Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pelaku dilaporkan oleh salah satu korban. Tidak hanya sebagai pimpinan, Ferry Syarwan juga diketahui bertindak sebagai guru di yayasan tersebut.

"Setelah kami menerima laporan, kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Saat ini, kami telah mengidentifikasi tiga korban, semuanya masih di bawah umur," kata AKBP Reonald Simanjuntak saat konferensi pers di Mapolres Gowa, Rabu (22/1/2025).

Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar ini menyatakan, bahwa perbuatan tersebut telah berlangsung selama berbulan-bulan sebelum akhirnya terungkap. "Tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lain, dan ini sedang kami dalami," ungkap Reonald.

2. Modus pelaku paksa santri untuk memuaskan nafsunya

Ferry Syarwan (28) saat dihadirkan di Kantor Polres Gowa, Sulsel, Rabu (22/1/2025) / (Foto : Istimewa)
Ferry Syarwan (28) saat dihadirkan di Kantor Polres Gowa, Sulsel, Rabu (22/1/2025) / (Foto : Istimewa)

Dalam pemeriksaan, diketahui bahwa Ferry memaksa para korban untuk melakukan hubungan badan selayaknya suami istri. "Modusnya adalah paksaan, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan nafsu pelaku," jelas AKBP Reonald.

"Modusnya pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan selayaknya suami istri, ya motifnya adalah untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan nafsunya dari pelaku," dia menambahkan.

3. Pelaku terancam 15 tahun penjara

Ilustrasi Penangkapan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Penangkapan (IDN Times/Aditya Pratama)

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 81 junto pasal 76 huruf D undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Pada pasal 6 tentang tindak pidana kekerasan seksual undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun," kata Kapolres.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Wanita Muda Ditemukan dengan Luka Gorok di Leher, Diduga Dibunuh Suami

15 Jun 2026, 10:24 WIBNews