Makassar, IDN Times - Aksi peternak ayam petelur di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (10/8/2026), tak hanya diwarnai pembagian ayam dan telur gratis kepada masyarakat. Peternak juga memberikan ultimatum kepada pemerintah untuk segera mengatasi persoalan yang membuat usaha mereka terus merugi.
Peternak yang tergabung dalam Peternak Rakyat Sulawesi itu memberikan waktu 14 hari kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan konkret. Jika tidak ada tindak lanjut, maka mereka mengancam menggelar aksi yang lebih besar.
Ultimatum tersebut menjadi bagian dari tujuh tuntutan yang disampaikan peternak dalam Aksi Damai Peternak Rakyat Sulawesi. Aspirasi itu diterima perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah pusat sesuai kewenangan masing-masing.
Penanggung Jawab Aksi, Basuki Suyuti, mengatakan tujuh tuntutan peternak telah disampaikan kepada Pemprov Sulsel. Mereka berharap aspirasi tersebut diteruskan kepada pemerintah pusat karena sejumlah persoalan berada di luar kewenangan pemerintah daerah.
"Kami menuntut pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam waktu 14 hari sejak aksi ini dilaksanakan. Apabila tidak ada kebijakan konkret, kami akan melakukan aksi yang lebih besar dan konstitusional," kata Basuki.
