Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perempuan dalam Arena Pertarungan Pilkada di Sulsel

Perempuan dalam Arena Pertarungan Pilkada di Sulsel
Ilustrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Makassar, IDN Times - Pendaftaran pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada 2024 telah ditutup oleh KPU pada Kamis, 29 Agustus 2024 lalu. Sejumlah nama telah mendaftar untuk maju di bursa pemilihan gubernur-wakil gubernur, wali kota-wakil wali kota serta bupati-wakil bupati.

Namun ada tren menarik yang cukup mencuri perhatian publik pada Pilkada Serentak kali ini. Tren itu yakni bermunculannya calon kepala daerah perempuan tak terkecuali Pilkada di Sulawesi Selatan.

Pada Pilwali Makassar misalnya, ada tiga kandidat perempuan yang siap menjajal kontestasi ini. Kondisi seperti ini terbilang jarang terjadi bahkan baru pertama kali di Pilkada Makassar.

Ini belum termasuk Pilkada di kabupaten lainnya yang tidak sedikit memunculkan sosok perempuan sebagai kandidat baik itu calon kepala daerah maupun wakilnya. Di Maros dan Barru misalnya. Jika ditotal, ada 20 perempuan yang maju dalam arena pertarungan Pilkada di Sulawesi Selatan.

Pemerhati Perempuan, Nur Fadhilah Mappaselleng, menanggapi mengenai keterlibatan perempuan dalam Pilkada di Sulawesi Selatan 2024. Menurutnya, fenomena munculnya banyak perempuan di Pilkada karena semakin cerdasnya masyarakat baik itu pemilih maupun politikus khususnya perempuan.

"Saya kira perempuan sudah diberikan kuota oleh undang-undang dan itu selayaknya memang dimanfaatkan dengan baik," kata Nur Fadhilah saat diwawancarai IDN Times, Kamis (5/9/2024).

1. Keterlibatan perempuan harus didukung

Bakal Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatmawati Rusdi (dok. Istimewa)
Bakal Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatmawati Rusdi (dok. Istimewa)

Pada 10 tahun yang lalu, kata dia, kondisi semacam ini belum terbentuk karena animo perempuan pada waktu itu mungkin sedang dikembangkan. Saat ini, Fadhilah berani mengatakan bahwa munculnya para figur perempuan ini merupakan buah dari perjuangan para perempuan itu sendiri.

"Saya menganggap perempuan-perempuan yang maju ini cukup cerdas baik dari segi pengetahuan tentang politik, dari segi pendidikan dan pengalaman karena rata-rata mereka juga sudah terlibat dalam partai politik," kata WR 3 UMI ini.

Kemunculan para figur perempuan di Pilkada, kata Fadhilah, harus didukung dengan baik. Dukungan ini tidak berarti bahwa perempuan harus memilih perempuan melainkan masyarakat harus memahami bahwa kualitas perempuan di Sulawesi Selatan tidak diragukan lagi.

"Artinya mereka sudah semaju itu, kemudian dia mapan secara politik dan secara ekonomi karena bagaimana pun juga perempuan itu memerlukan biaya yang cukup besar, terutama dalam pemilihan seperti sekarang," kata Fadhilah.

2. Perempuan bukan lagi hanya pelengkap

Pasangan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham mendaftar di KPU Makassar, Kamis (29/8/2024)/Istimewa
Pasangan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham mendaftar di KPU Makassar, Kamis (29/8/2024)/Istimewa

Kemudian, Fadhilah berpendapat bahwa saat ini keterlibatan perempuan di arena Pilkada bukan lagi sebatas pelengkap saja melainkan kini mereka tampil sebagai pemain utama. Baginya, momen ini merupakan peluang bagi perempuan untuk membuktikan diri.

Tentu tidak ada lagi pembatasan dan perempuan tidak perlu lagi meminta kuota. Menurut Fadhilah, sudah saatnya perempuan punya level yang sama dalam memimpin suatu daerah. Dia juga menegaskan bahwa ini bukan soal perempuannya melainkan soal kemampuan.

"Kalau kita mau berpikir dengan baik, mereka sudah mumpuni dan sudah memiliki wadah di mana mereka dapat berkiprah. Kemudian mereka diterima di masyarkat karena memang punya kemampuan," kata Fadhilah.

Fadhilah juga yakin perempuan yang ikut kontestasi Pilkada, khususnya di Sulawesi Selatan, juga bisa bersaing. Mereka tidak kalah jauh dengan kontestan laki-laki. Apalagi jika punya modal dan kemampuan.

Persoalan apakah mereka ditempatkan sebagai 01 atau 02, itu hanya kesepakatan. Menurut Fadhilah, tidak masalah juga apabila kontestan perempuan menempati posisi sebagai wakil karena untuk mendapatkan posisi 01 memang tidak semudah itu.

"Tetapi saya yakin dan percaya bahwa suatu saat nanti akan lebih banyak perempuan yang berani maju. Dia harus mapan dalam segala hal yang ditetapkan untuk menjadi seorang yang namanya calon bupati, calon gubernur dan seterusnya," kata Fadhilah.

3. Daftar kandidat perempuan di Sulsel yang maju Pilkada

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Indira Yusuf ismail dan Ilham Ari Fauzi Amir Uskara saat mendaftar di KPU Makassar, Kamis (29/8/2024). IDN Times/Faisal Mustafa
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Indira Yusuf ismail dan Ilham Ari Fauzi Amir Uskara saat mendaftar di KPU Makassar, Kamis (29/8/2024). IDN Times/Faisal Mustafa

Adapun para kandidat perempuan di Sulawesi Selatan yang akan bertarung di arena Pilkada yaitu Fatmawati Rusdi sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman. Dia menjadi satu-satunya perempuan di Pilgub Sulsel.

Berlanjut ke Kota Makassar, ada tiga sosok perempuan yang memiliki basis suara besar. Ada istri Wali Kota Makassar dua periode Moh Ramdhan Pomanto, yaitu Indira Yusuf Ismail. Dia mengikuti jejak suaminya bertarung di Pilwali Makassar dengan tagline Melanjutkan Perjuangan.

Masih di Makassar, salah satu Srikandi NasDem yakni Rezki Mulfiati Luthfi sebagai wakil yang berpaket dengan Andi Seto Gadhista Asapa. Tak ketinggalan istri mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Aliyah Mustika Ilham, yang juga maju sebagai wakil berpasangan dengan Munafri Arifuddin.

Kemudian di Pilkada Maros, Suhartina Bohari yang berpaket dengan Chaidir Syam sebagai paslon tunggal petahana. Lanjut ke Kabupaten Barru, ada 2 figur perempuan yang memantapkan diri sebagai 01 yaitu Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari berpasangan dengan Abustan.

Kemudian ada Ulfah Nurul Huda Suardi yang juga merupakan istri dari Bupati Barru saat ini Suardi Saleh. Ulfah berpasangan dengan Mudassir.

Pilwali Pare-pare pun tidak ketinggalan figur perempuan. Ada Erna Rasyid Taufan yang juga adalah istri dari Wali Kota Parepare sebelumnya yakni Taufan Pawe. Dia berpasangan dengan Rahmat SA.

Lanjut ke Sidrap, ada Nur Kanaah, seorang birokrat dan aktivis perempuan yang dipinang Syaharuddin Alrif untuk mendampinginya dalam kontestasi Pilkada. Lalu di Pilkada Pinrang ada politisi perempuan, Andi Hastri Wello yang dipinang oleh Usman Marham.

Lalu di Sinjai ada Andi Kartini Ottong yang berhasil mengantongi izin Golkar untuk melenggang dalam pertarungan Sinjai bersama Muzakkir. Kemudian ada Ratnawati Arif selaku eks birokrat Sinjai yang maju sebagai 01 berpasangan dengan Andi Mahyanto Mazda. Kemudian ada Nursanti yakni pengusaha sekaligus politisi NasDem yang berpasangan dengan Lukman.

Di Pilkada Soppeng, ada Rektor Universitas Lamappapoleonro yakni Andi Adawiyah yang berpaket dengan Andi Mapparemma. Tak ketinggalan di Luwu Timur, ada juga Puspawatu Husler yakni istri mendiang Bupati Luwu Timur Thoriq Husler. Puspa digandeng sebagai wakil oleh Irwan Bachri Syam.

Pilwali Palopo juga tak kalah menarik. Ada tiga figur perempuan ikut maju di arena Pilkada 2024. Sosok pertama yang muncul adalah kader Golkar Nurhaenih yang dipinang Farid Kasim Judas menjadi calon Wakil Wali Kota Palopo. Figur kedua yakni istri mantan Bupati Kabupaten Luwu dua periode, Andi Mudzakkar yakni politisi Gerindra Andi Tenri Karta. Masih di Palopo, ada lagi Putri Dakka selaku pengusaha dan owner skincare yang berpaket dengan Haidir Basir.

Di Pilkada Gowa, ada Sitti Husniah Talenrang, adik dari Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Fadil Imran yang berpaket dengan Darmawangsa Muin. Lanjut ke Bantaeng, ada Ketua KNPI Sulsel yakni Kanita Kahfi yang digandeng Ilham Azikin Soltan sebagai wakil.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ashrawi Muin
Aan Pranata
Ashrawi Muin
EditorAshrawi Muin
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

BMKG Ungkap Penyebab Makassar Diguyur Hujan saat Kemarau

18 Mei 2026, 15:13 WIBNews