Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyuluh Pertanian Sulsel Bisa Kaya dari Budi Daya Pisang
Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin mengumpulkan para penyuluh pertanian di GOR Sudiang, Makassar, Kamis (9/11/2023). Dok. Humas Pemprov Sulsel

Makassar, IDN Times - Penyuluh pertanian di Sulawesi Selatan (Sulsel) diminta mencari 1-2 hektare lahan untuk budi daya pisang, baik lahan sendiri maupun lahan lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan penyuluh pertanian.

Hal ini disampaikan Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, saat kegiatan Temu Koordinasi Gerakan Pengembangan Budidaya Pisang, di GOR Sudiang Makassar, Kamis (9/11/2023). Kegiatan ini dihadiri sebanyak 1.868 penyuluh pertanian se-Sulsel.

"Saya minta cari lahan 1-2 hektar untuk ditanami sendiri pisang Cavendish, bibitnya dari saya, hasilnya untuk penyuluh sendiri," kata Bahtiar.

1. Bibit pisang diberikan gratis

ilustrasi pisang yang matang sempurna (commons.wikimedia.org/safaritravelplus)

Bibit akan diberikan secara gratis. Lahan tersebut menjadi lahan demplot atau sebagai lahan percontohan. Secara umum saat ini sudah tersedia 10 juta bibit untuk dibagikan, termasuk ke petani.

"Tugas pertamanya cari lahan untuk kasih contoh bagaimana menanam budidaya cavendish sesuai hukum-hukum dan ilmu pengetahuan budidaya pisang itu. Penyuluh yang tanam, dia yang rawat. Hasilnya, buat dia," kata Bahtiar.

Bibit yang akan diberikan secara gratis sebanyak 2.000 bibit pohon pisang per hektare. Artinya, jika 2 hektare terpenuhi, maka penyuluh bisa mendapatkan 4.000 bibit.

"Itu caranya menambah insentif penyuluh dengan cara yang benar. Penyuluh saya kasih gratis bibit 4.000, maka dia akan menjadi sejahtera," kata Bahtiar.

2. Potensi pendapatan Rp16 juta per bulan

ilustrasi kenaikan pendapatan (IDN Times/Arief Rahmat)

Jika satu hektar hasilnya Rp200 juta per tahun, maka penyuluh akan mendapatkan penghasilan tambahan Rp8 juta per bulan. Dengan demikian, jika ada 2 hektar lahan pisang maka penyuluh bisa mendapatkan Rp16 juta per bulan. 

"Kalau satu hektare itu hasilnya Rp200 juta, bagi maki 12 bulan atau Rp100 juta saja hasilnya per bulan satu hektare itu berarti Rp100 juta dibagi 12 bulan, Rp8 juta. Berarti kalau Rp8 juta kali 2 hektare Rp16 juta," kata Bahtiar.

3. Target 100 ribu hektar pisang

ilustrasi pisang ambon (instagram.com/makanan_ndeso_)

Sejak awal menjabat, Bahtiar ingin budidaya pisang jadi prioritas. Dia berharap budidaya pisang mampu memberikan banyak efek pada berbagai sektor dan mengatasi berbagai persoalan yang ada baik itu pangan, kemiskinan serta pengangguran. 

Saat ini, sudah ada 7 juta batang pisang di Sulsel. Untuk tahun 2024, Pemprov Sulsel menargetkan luasan 100.000 hektar lahan pohon pisang dan 500.000 hektar pada 2025. 

"Awal tahun depan saya perlu 100.000 hektar. Kalau ini ditanami pisang. Satu pohon pisang anaknya empat saja, maka berikutnya akan menjadi 400 ribu hektar yang belum ditanami," kata Bahtiar.

Editorial Team

Related Article