Penumpang Pelabuhan Makassar Tembus 68 Ribu pada H+5 Lebaran 2026

- Pelabuhan Makassar mencatat 68.689 penumpang selama H-15 hingga H+5 Lebaran 2026, menempati posisi ketiga di Regional 4 setelah Balikpapan dan Ambon.
- Jumlah penumpang Makassar turun sekitar 94,63 persen dibanding tahun lalu, mengikuti tren penurunan di beberapa pelabuhan lain seperti Parepare dan Jayapura.
- Puncak arus mudik terjadi pada H-8 dengan 46.949 penumpang, sementara puncak arus balik tercatat pada H+4 dengan total 34.880 penumpang.
Makassar, IDN Times - Pergerakan penumpang di Pelabuhan Makassar selama periode Angkutan Lebaran 1447 Hijriah tercatat tinggi, meski tidak menjadi yang tertinggi di kawasan Indonesia Timur. Data PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menunjukkan total arus penumpang di pelabuhan ini mencapai 68.689 orang sepanjang periode H-15 hingga H+5 Lebaran 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari penumpang berangkat dan tiba yang dilayani selama masa mudik dan arus balik. Pelabuhan Makassar menempati posisi ketiga dengan arus penumpang terbesar di Regional 4, di bawah Balikpapan dan Ambon.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, mengatakan arus penumpang di kawasan Indonesia Timur secara umum menunjukkan peningkatan selama periode Angkutan Lebaran tahun ini.
"Arus penumpang selama periode Angkutan Lebaran menunjukkan tren yang cukup tinggi. Kami terus memantau pergerakan penumpang di seluruh terminal untuk memastikan pelayanan berjalan lancar," kata Yusida dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
1. Makassar tetap jadi simpul utama di Indonesia Timur

Meski berada di posisi ketiga, Pelabuhan Makassar tetap menjadi salah satu simpul utama mobilitas penumpang di kawasan Indonesia Timur. Perannya sebagai hub transportasi laut membuat pergerakan penumpang di pelabuhan ini tetap tinggi setiap tahunnya.
Secara keseluruhan, total arus penumpang di seluruh pelabuhan Regional 4 selama periode H-15 hingga H+5 mencapai 565.674 orang, dengan rincian 318.761 penumpang berangkat dan 246.913 penumpang tiba.
Balikpapan tercatat sebagai pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi mencapai 84.970 orang, disusul Ambon 71.297 orang, dan Makassar 68.689 orang. Selanjutnya, Parepare mencatat 54.624 orang dan Ternate 54.209 orang.
2. Tren Makassar sedikit menurun dibanding tahun lalu

Berbeda dengan sejumlah pelabuhan lain yang mengalami peningkatan signifikan, arus penumpang di Pelabuhan Makassar justru sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada 2025, total arus penumpang di Makassar tercatat 72.589 orang. Namun pada 2026, jumlahnya menjadi 68.689 orang atau sekitar 94,63 persen dari capaian tahun lalu.
Penurunan ini juga terjadi di beberapa pelabuhan lain. Parepare turun dari 62.037 orang pada 2025 menjadi 54.624 orang pada 2026, Biak dari 12.824 menjadi 7.874 orang, dan Jayapura dari 17.237 menjadi 11.098 orang.
3. Puncak mudik terjadi sebelum Lebaran

Data Pelindo Regional 4 mencatat puncak arus mudik terjadi pada H-8 atau 13 Maret 2026 dengan total 46.949 penumpang di seluruh pelabuhan. Puncak berikutnya terjadi pada H-3 dengan 43.001 penumpang, serta H-5 dengan 40.160 penumpang.
Sementara pada hari H Lebaran, pergerakan penumpang tercatat paling rendah dengan total hanya 6.305 orang.
Untuk arus balik, puncak sementara terjadi pada H+4 atau 25 Maret 2026 dengan jumlah 34.880 penumpang. Pada H+5, jumlahnya menurun menjadi 28.028 orang.
4. Tren jangka panjang tetap meningkat

Secara jangka panjang, arus penumpang di pelabuhan Regional 4 menunjukkan tren peningkatan setiap tahun. Pada 2022 jumlah penumpang tercatat 594.263 orang, kemudian meningkat menjadi 715.256 orang pada 2023, 764.010 orang pada 2024, dan 840.590 orang pada 2025.
Untuk tahun 2026, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 882.620 orang atau meningkat sekitar 5 persen.
Yusida menyebut peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur, yang masih mengandalkan transportasi laut sebagai moda utama selama periode mudik Lebaran.
"Kami memastikan seluruh layanan terminal penumpang tetap optimal untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran," kata Yusida.
















